"Papa... Tante Sarah, ayo cepat!" Suara renyah Salsabila membelah udara pagi yang masih sejuk. Gadis kecil itu sudah melompat-lompat kecil di depan gerbang sekolah, tangan mungilnya melambai-lambai riang ke arah Rafael dan Sarah yang berjalan di belakangnya. Sarah tersenyum tipis, matanya tak lepas dari punggung kecil itu. Sejak berangkat tadi, mulut Salsa tak pernah berhenti bercerita—tentang pelajaran menggambar favoritnya, teman sebangkunya yang baru membawa mainan baru, hingga sketsa wajah ayahnya yang ia buat kemarin sore. Sesekali Sarah mengangguk, sesekali tertawa pelan menanggapi celotehnya, dan setiap kali mereka berpapasan mata, ada kehangatan halus yang saling berbalas. Di sisi lain, Rafael berjalan selangkah di sampingnya. Matanya tak tertuju pada jalanan, melainkan pada dua orang yang paling berharga baginya itu. Sudah lama ia tak melihat senyum Salsabila selepas ini. Beberapa hari terakhir, putrinya memang tak pernah menangis, tapi Rafael tahu—senyumnya dulu terasa
Last Updated : 2026-07-11 Read more