"Sarah, bisa tolong saya?" suara itu membuat Sarah sedikit berjingkat, hampir saja piring di tangannya meluncur ke lantai. Tubuhnya berbalik, menatap majikannya dengan alis terangkat. "Apa yang bisa saya lakukan pak?" tanya Sarah pelan "Tapi sepertinya kamu lagi sibuk," matanya tertuju pada tumpukan piring di wastafel. Sesaat perempuan itu mengikuti arah pandang majikannya lalu detik berikutnya kepalanya menggeleng, senyum tipis terbentuk di bibirnya. "Gak kok pak, nanti saya bisa lanjutkan pekerjaan bapak." "Ya sudah kalau begitu, ikut saya." Sarah mengangguk, mengikuti langkah pria yang berjalan lebih dulu. Sejak saat itu, Rafael memang sering meminta tolong padanya, walau hanya sekedar hal-hal kecil. Dan Sarah merasa senang, karena paling tidak ia di butuhkan di rumah ini. Meski kadang, perasaan canggung itu masih ada, perasaan malu dan tak nyaman. Namun, jika terus menerus mengedepankan perasaan tersebut, ia yakin pekerjaannya tak akan benar-benar berjalan dengan lancar.
Last Updated : 2026-07-29 Read more