"Ini bukan sebuah pekerjaan, tapi jadilah teman dekat Rafael," terangnya dengan tenang, tapi tidak bagi Sarah, sekarang degub jantungnya berpacu hebat, telinganya seperti salah dengar tapi kenyataanya indera penglihatannya tak salah lihat, bahwa pak Adijaya benar-benar mengatakan hal itu. Teman dekat? hal seperti apa yang beliau harapkan? bahkan rasanya tak pantas bagi Sarah menjadi teman untuk suami orang, apalagi itu majikannya. Dan kini, bagaimana Sarah harus menolak? apakah bisa dia mengatakan tidak? Ya Tuhan, belum lagi pria paruh baya itu sekarang menatapnya penuh harap. "Ta- tapi Pak, apa ini tidak berlebihan?" tanyanya terbata-bata, ia bahkan bingung merangkai kata. Namun, gelengan kepala Adijaya seolah menjadi jawaban. Senyuman itu semakin membuat Sarah tak tenang. "Gak, ini sama sekali gak berlebihan. Saya melihat Rafael yang berbeda saat dekat dengan kamu, jadi karena itu sering-seringlah bersama anak saya." "Tapi, Bu Widya bagaimana?" Sarah tidak bisa menyembunyik
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-12 อ่านเพิ่มเติม