Share

30. Goyah

Penulis: Hydragea
last update Tanggal publikasi: 2026-08-21 13:32:11

Bab 30

“Atas dasar apa kamu memerintahkanku seperti itu?”

Citra terdiam. Dia menatap Devan dengan tatapan tak percaya. Pria ini benar-benar tidak punya sedikit pun rasa kasihan?

“Aku cuma minta perlahan,” jawab Citra ketus. “Bukan minta kamu batal.”

Alis Devan terangkat sebelah. “Jadi kamu masih ingat kewajibanmu?”

Citra mendengus. “Mana mungkin lupa. Kamu sendiri yang setiap saat mengingatkanku.”

Devan terdiam. Tatapan keduanya bertemu cukup lama. Ada sesuatu yang berubah di udara kamar itu. S
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Rahim Kontrak 2 Milyar   30. Goyah

    Bab 30“Atas dasar apa kamu memerintahkanku seperti itu?”Citra terdiam. Dia menatap Devan dengan tatapan tak percaya. Pria ini benar-benar tidak punya sedikit pun rasa kasihan?“Aku cuma minta perlahan,” jawab Citra ketus. “Bukan minta kamu batal.”Alis Devan terangkat sebelah. “Jadi kamu masih ingat kewajibanmu?”Citra mendengus. “Mana mungkin lupa. Kamu sendiri yang setiap saat mengingatkanku.”Devan terdiam. Tatapan keduanya bertemu cukup lama. Ada sesuatu yang berubah di udara kamar itu. Sesuatu yang membuat Citra kembali salah tingkah.Kenapa sih pria ini kalau diam malah semakin mengintimidasi?Citra berusaha mengalihkan pandangan, tetapi Devan justru mendekat.Jantung Citra kembali berdetak tak beraturan.Deg!Deg!“Aish…”Tanpa sadar Citra mengumpat pelan.“Apa?”“Tidak ada.”“Kau mengumpat?”“Enggak.”Devan menatapnya curiga.Citra buru-buru menarik selimut sampai menutupi sebagian tubuhnya.“Sudahlah. Kalau memang mau melakukan kewajiban kontrak, cepat saja.”Devan justru t

  • Rahim Kontrak 2 Milyar   29. Lakukan Dengan Lembut

    Citra menggelengkan kepalanya, cukup heran dengan sikap Devan yang berubah-ubah. Namun, yang lebih membuatnya heran adalah dirinya. Kenapa dia malah memberi penjelasan pada Devan? Kenapa jantungnya berdebar kencang karena perhatian kecil Devan? Kenapa tubuhnya malah mulai mengkhianati dirinya? "Aishh..." Citra berdecak kesal pada dirinya sendiri. Melanjutkan makan malamnya dengan suapan besar dan tak anggun seperti tadi—saat masih ada Devan di sampingnya. Para maid yang berdiri berjejer di sudut ruangan melihat nyonya mudanya makan dengan nafsu dan bar-bar cukup terkejut, hingga ada beberapa maid yang mulai tertawa kecil melihat gemasnya pipi nyonya mudanya. Citra menghabiskan makan malamnya dengan lahap. Secara sejak siang dia belum makan apapun, terlebih dia juga tertimpa berita sialan itu. “Kenyangnya…” Citra berniat membawa piring kotor bekas makannya menuju kitchen sink di dapur kotor, namun Kepala Maid menahannya. “Ampun Nyonya… biarkan saya saja.” katanya sambil men

  • Rahim Kontrak 2 Milyar   28. Sikap Apa Lagi Ini?

    "Lama sekali!" Devan menggerutu kesal karena menunggu Citra. Dia mulai menyesali keputusannya menunggu sang istri untuk makan malam bersama. Ketukan jemari Devan pada permukaan meja kaca terdengar seperti bom waktu yang siap meledak. Di hadapannya, makan malam mewah yang disiapkan pelayan pribadi sudah mendingin. Di kepalanya, emosi sudah mencapai ubun-ubun. "Sialan. Kenapa aku harus sebodoh ini sampai mau menunggunya?" umpat Devan pelan, melirik jam tangan Rolex-nya yang sudah melewati angka sembilan malam. Devan adalah pria yang tidak suka membuang waktu. Baginya, menunggu adalah penghinaan. Dengan sentakan kasar, ia mendorong kursi makannya ke belakang hingga berdecit nyaring. Ia berdiri, merapikan kaos rumahan abu-abunya yang sedikit kusut dengan rahang mengeras. Cukup. "Akan ku seret dia sekarang juga! Beraninya membuatku menunggu!" Ia tidak akan duduk di sini seperti orang bodoh lagi. Devan memutuskan untuk berjalan ke lantai atas, mendobrak pintu kamar Citra,

  • Rahim Kontrak 2 Milyar   27. Sikap Devan Yang Hangat

    TOK! TOK! TOK! Citra mengerjapkan kedua matanya saat mendengar suara ketukan di pintu kamar. Ia meregangkan kedua lengannya, lalu memijat tengkuknya yang terasa sedikit pegal. "Berapa lama aku tidur?" gumamnya lirih dengan mata yang masih setengah terpejam. "Lebih dari empat jam." Suara bariton yang dingin menjawab dari arah lain ruangan. "Oh..." Citra ber-oh ria sambil masih mengucek matanya. Namun beberapa detik kemudian, otaknya baru benar-benar mencerna suara itu. Tunggu... Suara itu... Bukan suaranya sendiri. Ada seseorang lagi di ruangan ini. Mata Citra langsung terbuka lebar. Dia menoleh cepat ke arah sumber suara. Di dekat jendela, Devan sedang berdiri santai dengan kedua tangan dimasukkan ke s

  • Rahim Kontrak 2 Milyar   26. Siapa Pelakunya?

    "Bagaimana? Ada perkembangan?" tanya Devan sambil memijit pelipisnya pelan. Kini Devan berada di ruang kerja pribadinya di vila bersama Johan yang sudah menunggunya sedari tadi untuk memberikan semua info yang dia dapat. Johan mengangguk. "Saya sudah menelusuri berita yang beredar." "Hasilnya?" "Unggahan pertama berasal dari akun anonim. Identitasnya belum terlacak." Johan meletakkan tablet di atas meja. "Tapi saya sudah menghubungi beberapa media yang mengutip berita tersebut. Sebagian besar sudah menghapus artikel dan menurunkan pemberitaannya karena tidak memiliki bukti pendukung selain satu foto." Devan mengembuskan napas pelan. "Bagus." Ia kembali memijat pelipisnya. Johan melanjutkan laporannya.

  • Rahim Kontrak 2 Milyar   25. Penjelasan Yang Diabaikan

    Mobil hitam itu akhirnya memasuki gerbang besi tinggi kawasan Vila Arunika, kediaman pribadi Devan di kawasan elite Sentosa Hills. Setelah melewati jalan berpohon yang rapi, mobil berhenti tepat di depan bangunan bergaya modern dengan dominasi kaca dan batu alam. Belum sempat Johan mematikan mesin sepenuhnya, ia sudah turun lebih dulu. Dengan sigap, ia membukakan pintu belakang. "Silakan, Pak." Kemudian ia beralih membuka pintu di sisi Citra. "Bu." Citra turun perlahan. Tatapannya langsung terpaku pada vila megah di hadapannya. Bangunan tiga lantai itu berdiri anggun dengan taman yang tertata rapi, kolam refleksi di bagian depan, dan balkon luas yang menghadap perbukitan. Dalam hati, Citra sempat terpukau. "Jadi... ini vila milik Devan?" Namun kekagumannya hanya berlangsung sesaat. Pergelangan tangannya kembali digenggam. "Ayo." Suara Devan terdengar datar. "Dev—" Belum selesai berbicara, langkah Devan sudah lebih dulu membawa Citra memasuki vila. Be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status