"Tapi kalau kamu masih mau membuka hati, mau mendengar penjelasan, dan mau menghormati istrimu, maka silakan masuk ke rumah. Aku akan menjamu kamu dan tamu-tamumu dengan baik.”Suasana menjadi begitu sunyi.Aku menatap Mas Aldo dengan napas tertahan.Aku berharap beliau mau duduk, membaca surat yang dibawa Pak Irwan, dan mendengar semuanya dengan tenang.Namun wajahnya justru semakin mengeras.Tatapannya kembali mengarah ke jalan, ke arah mobil yang tadi membawa Pak Irwan pergi.Kecurigaan itu masih ada.Masih hidup.Masih menguasai pikirannya.“Aku tidak bisa berpura-pura percaya.”Kalimat itu keluar begitu pelan.Dadaku langsung terasa runtuh.Ibu mengembuskan napas panjang.“Jadi kamu memilih tetap menuduh anakku?”Mas Aldo tidak menjawab.Diamnya sudah cukup menjadi jawaban.Ibu mengangguk pelan.“Kalau begitu, silakan pulang.”Beliau berdiri tegak di depan pintu rumah.“Karena apa yang kamu lakukan hari ini sudah menjadi fitnah bagi anakku.”Suara ibu mulai bergetar.“Dan bukan h
Última actualización : 2026-08-20 Leer más