Sejak kedatangan Sherly dan Chintya ke rumah, sesuatu berubah.Ibu tidak lagi sekadar bersikap dingin kepadaku. Beliau mulai menunjukkan ketidaksukaannya dengan lebih terang-terangan, seolah tidak lagi merasa perlu menyembunyikannya.Aku tetap melakukan pekerjaanku seperti biasa. Menyiapkan sarapan, mengurus Alka, lalu berangkat ke kantor. Aku memilih diam karena setiap kali mencoba menjelaskan sesuatu, ibu selalu memiliki cara untuk mematahkan ucapanku.Aku juga sering bersikap seolah biasa saja bila ternyata Mas Aldo tidak pulang saat beralasan mengurus proyek dan pergi bersama Sherly.Namun, rupanya diamku justru ditafsirkan berbeda.Suatu pagi, saat sedang menyapu ruang tamu, aku mendengar suara ibu dari dapur.“Sekarang dia merasa sudah hebat.”Langkahku terhenti.“Kerja di kantor besar, dekat sama bosnya. Makanya orang tua suami diabaikan.”Aku menggenggam gagang sapu lebih erat.Aku ingin membalas, tetapi urung.Karena aku tahu, apa pun yang kukatakan tidak akan mengubah penila
Última actualización : 2026-08-02 Leer más