"Kalau perempuan terlalu senang di luar rumah, jangan heran kalau suaminya kehilangan wibawa."Tanganku yang sedang mencuci sayuran langsung terhenti.Aku bahkan belum sempat mengucapkan salam saat ibu mertuaku masuk ke dapur dan melontarkan kalimat itu.Suara pintu pagar yang dibuka beberapa menit lalu memang sudah membuatku tahu siapa yang datang.Setiap akhir pekan, Anisa, ibu Aldo, hampir selalu datang membawa kantong-kantong belanja penuh kebutuhan rumah tangga.Beras, minyak goreng, telur, susu Alka, hingga camilan kesukaan cucunya.Kadang beliau juga menyelipkan amplop berisi uang saat aku lengah.Dulu aku merasa sangat beruntung memiliki mertua seperti beliau. Walaupun sejak awal pernikahan beliau tidak pernah menyukaiku.Namun beberapa bulan terakhir, setiap bantuan yang datang terasa seperti pengingat bahwa aku dan Aldo belum mampu berdiri di atas kaki kami sendiri."Ibu cuma kasihan sama Aldo."Anisa meletakkan beberapa kantong belanja di atas meja dapur.Tatapannya tidak m
Last Updated : 2026-07-01 Read more