Ibu menarikku ke dalam pelukannya.“Kalau nanti Mas Aldo benar-benar memilih pergi, kamu tidak harus langsung tahu harus melakukan apa.”Aku menangis di bahunya.“Kalau nanti kamu belum siap memikirkan laki-laki lain, tidak apa-apa.”Tanganku mencengkeram ujung pakaian Ibu.“Kalau kamu masih mencintai suamimu, tidak apa-apa.”Ibu mengusap rambutku.“Dan kalau suatu hari nanti hatimu berubah, itu juga bukan sesuatu yang harus kamu putuskan hari ini.”Aku terisak.“Jadi sekarang aku harus bagaimana, Bu?”Ibu mencium keningku.“Pulanglah dulu kepada dirimu sendiri.”Aku terdiam.“Jangan memilih siapa pun karena sedang terluka,” lanjut Ibu lembut. “Jangan bertahan karena takut sendirian. Dan jangan menerima seseorang hanya karena dia datang ketika orang lain pergi.”Aku memejamkan mata.Untuk pertama kalinya hari itu, dadaku terasa sedikit lebih ringan.Karena mungkin Ibu benar.Aku tidak harus menjawab semuanya hari ini.Malam itu, setelah Ibu dan Dinda meninggalkan kamar, aku masih dudu
Terakhir Diperbarui : 2026-08-27 Baca selengkapnya