Tepat saat jam makan siang, Vera mengetuk pintu ruang kerjaku."Tok tok.""Masuk."Vera membuka pintu sambil menyandarkan tubuhnya di kusen pintu kaca."Bu Karin, mau makan siang di mana?"Aku masih membereskan beberapa berkas yang berserakan di atas meja."Kayaknya aku nggak keluar deh, Ver.""Makan di sini?"Aku mengangguk pelan."Nggak ada Alka, nggak seru, ah," sela Vera sambil tersenyum.Aku ikut tersenyum tipis. Sejak pagi, ibu mertuaku memang sudah bersiap mengantar Alka ke sekolah dan menunggunya hingga jam pulang. Berbeda dengan sebelumnya, sejak kejadian beberapa hari lalu beliau hampir tidak pernah lagi mengajakku berbicara. Seolah ada dinding tipis yang sengaja dibangun di antara kami.Meski begitu, aku tetap berusaha menyapa beliau setiap pagi, walaupun hanya seperlunya."Makan di pantry aja, yuk. Aku sama Lidya udah nitip beli makan sama Pak Budi. Pasti makanannya sudah datang," ajak Vera sekali lagi.Aku melirik jam di sudut layar komputer."Oke deh, Ver. Dua menit lagi
Terakhir Diperbarui : 2026-07-31 Baca selengkapnya