Tapi Luz langsung menggeleng.“Tidak. Aku tidak bodoh,” katanya, sambil berpaling pada Ra.“Kau boleh ikut jika masih ingin pamer.”“Tidak, terima kasih. Aku tak ingin menang mudah. Dan bukankah kau yang memulai pameran ini tadi,” bentak Ra.Arena yang terakhir adalah perlombaan kekuatan otot, yaitu melempar batu.Dan benar-benar hanya mengandalkan otot, karena pemenangnya adalah orang yang bisa melempar batu terjauh. Ra dengan mudah dia bisa melempar batu sejauh yang dia inginkan.“Sudahlah. Kita berjalan-jalan saja. Tak perlu mengikuti perlombaan apapun lagi,” kata Lea, menengahi. Berjalan-jalan dengan mereka berdua melelahkan bagi Lea. “Baiklah…” Luz kembali ceria, dan menarik Lea ke area pedagang makanan. Daging yang dipanggang diatas tungku terbuka, sejak tadi menguarkan aroma lezat yang menggoda lidah.Karena ini perayaan, seperti biasa, pedagang itu memanggang berbagai jenis hewan dalam keadaan utuh.Ra memilih jenis aman untuk Lea, yaitu ayam.Ayam utuh yang telah dipanggang,
Terakhir Diperbarui : 2026-08-08 Baca selengkapnya