“RA!” Rana memekik kaget saat melihat siapa yang menangkap tubuh Lea.“Kau..Kau.. Aku tidak melakukan…”“Simpan nafasmu! Aku sudah melihat semuanya, dan bersyukur karena membatalkan niatku untuk membawamu ke Yamu. Kau lebih menjijikkan dari apa yang aku bayangkan!”Ra tidak berteriak. Hanya setiap katanya terasa seperti pisau tajam, yang mengiris tubuh Rana.“LUZ!” panggil Ra.Luz yang menemaninya, bergegas turun ke kebun, menerima tubuh Lea, dari Ra.“Dia demam?” Luz segera menyadari suhu tubuh Lea tidak biasa, begitu tangannya menyentuh punggung Lea.Meski masih tertutup kain, Luz bisa merasakan panas tubuh Lea.Ra mengangguk. Dia juga merasakannya tadi. Lea demam, karena itu dia pingsan. Terlalu memaksakan diri, bukan karena dorongan Rana.Kepalanya terasa panas bukan karena berpikir keras, tapi karena demam. Hanya Lea tidak menyadari itu.“Heba, panggil tabib!” perintah Ra.Heba dan Luz bergerak bersamaan. Heba berlari menuju balai pengobatan yang cukup jauh, sementara Luz bergegas
Last Updated : 2026-08-12 Read more