Heba sebenarnya masih sedih, tapi melihat pemandangan unik itu, bibirnya tidak tahan untuk tidak tersenyum.Heba kini merasa sangat pintar. Keputusannya memanggil Ra berbuah manis."Lepaskan aku!" Kali ini, Lea berusaha memukul dada Ra, namun Ra hanya mendengus karena geli. Dan meski Lea meronta liar, Ra masih bisa dengan lembut, menurunnya di atas ranjang.Lea mencoba bangkit, tapi Ra menahan bahunya.“Jangan, Lea. Kau akan sakit.”Lea berusaha menyingkirkan lengan Ra, tapi gagal. Lengan itu tidak menyakitinya sama sekali, tapi Lea seperti mendorong batu yang sangat besar. Lengan itu sama sekali tak bergerak.Ra memberi isyarat pada Heba, yang segera mengambil kain dan baju ganti.“Jika kau masih memberontak, aku yang akan mengganti bajumu,” ancam Ra.Dan ancaman itu sangat manjur. Lea masih menatap Ra dengan galak, tapi tubuhnya melemas. Sadar dia tak mungkin melawan tenaga Ra.Setelah memastikan Lea tak lagi akan lari, Ra menjauh menuju jendela. Sambil menunggu Lea selesai bergan
Last Updated : 2026-08-11 Read more