“Kau hangat.... Apa kau sakit?” tanya Ra dalam bisikan.Pria itu tak lagi peduli pada aroma thyme, iris abu-abunya terpaku pada bibir Lea yang sedikit terbuka dan mengembuskan napas yang sedikit memburu.Jari Ra bergerak menyusuri tulang pipi Lea dan menemukan bibirnya. Mengelusnya dengan halus, mengirimkan sinyal memabukkan ke otak Lea.Mengaburkan dunia di sekitarnya.“Tuan Putri, ini lemon dan madunya…”Rasui secepat kilat menarik tangannya, dan Lea membuka mata, mengerjapkan matanya cepat. Seakan baru saja terbangun dari sebuah mimpi.“Ya.. Terima kasih. Kau tidurlah lagi..”Lea berusaha terdengar bernada standar, meski sedang terjadi perang saudara di dalam otaknya. Sebagian dirinya ingin berterima kasih pada Heba, sebagian lagi ingin menegur Heba karena telah mengganggu.“Duduklah.”Lea mempersilakan Rasui duduk di kursi yang ada di dekat jendela. Meja dan kursi yang biasa dipakai Lea jika ia tidak ingin ke luar saat makan.Lea membawa semua peralatan dan bahan teh thyme ke meja
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-24 Mehr lesen