“Kau terluka juga?”Lea kaget melihat Zaim yang tangannya harus disangga oleh kain. Pria itu membungkuk menyapa saat melihat Lea.Mereka berpapasan saat Lea baru keluar dari kamar. Menurut Heba, makan siang akan terhidang di bagian samping rumah, jadi dia berjalan menuju ke sana.Makan siang, karena mereka semua baru bangun siang, dan masih ditambah waktu yang dihabiskan Lea untuk mengagumi wajah Rasui di ranjang.“Benar, Tuan Putri. Hamba tidak terlalu gesit menghindar.” Zaim menggeleng dengan dramatis.“Aku juga tidak pandai menghindar.” Lea menyebut ini berdasarkan pengalaman hidupnya yang selalu ceroboh.Lea biasanya malah akan terdiam lama saat ada kejadian yang mengejutkan di hadapannya. Seperti saat insiden Fred…Lea mengerjapkan mata dengan sangat cepat, menyingkirkan ingatan itu sebelum dirinya kembali menangis."Anda baik-baik saja, Tuan Putri?"Zaim bingung melihat Lea mendadak diam melamun.Lea menggeleng, berusaha tersenyum."Aku hanya lapar."Zaim membungkuk, lalu mempers
Last Updated : 2026-07-21 Read more