Dokter kembali masuk dengan langkah cepat. “Maaf, saya harus meminta semua keluarga keluar sekarang. Pasien benar-benar harus istirahat. Besok pagi masih bisa berkunjung lagi, tapi untuk sekarang, beliau butuh ketenangan total.”Kevin segera bangkit dan mendekati ibunya. “Ibu, aku datang lagi nanti.”Ibu Wijaya mengangguk pelan.Namun tatapan Ibu Wijaya berhenti pada Evelyn. “Evelyn. Sebelum pulang, tolong rapikan bunga-bunga itu.”Evelyn sedikit terkejut. Ia menoleh ke arah vas bunga di meja samping tempat tidur, lalu kembali menatap Ibu Wijaya. “Baik, Bu.”~~~Semua keluar dari ruang rawat, pintu tertutup pelan di belakang mereka.Di dalam ruangan, Evelyn mulai bergerak. Ia memotong batang bunga yang layu, merapikan kelopak, membuang daun-daun yang menguning, dan menyusun ulang bunga-bunga itu.Setelah selesai, ia meletakkan kembali vas itu di atas meja dengan rapi. Evelyn menatapnya sejenak, lalu berbalik dan membungkuk ke arah Ibu Wijaya. “Sudah selesai. Aku pamit dulu, Bu.”“Hm.”
Última actualización : 2026-09-04 Leer más