Menjelang siang, Ibu Wijaya memanggil seluruh pelayan ke dapur. Evelyn yang sedang membaca buku kecil tentang jadwal kunjungan rumah sakit ikut dipanggil.“Nah, menantu baru datang.” Nada suara wanita itu penuh sindiran. “Tumpukan piring itu belum dicuci.”Evelyn melihat wastafel yang dipenuhi piring dan gelas bekas makan siang. Setidaknya ada dua puluh piring kotor, puluhan gelas, dan beberapa panci yang masih bergantungan di rak pengering, menunggu untuk dicuci.“Aku ingin melihat apa menantu satu ini bisa melakukan sesuatu selain menghabiskan uang keluarga Wijaya.” Wanita itu melipat tangannya di depan dada. “Kamu tahu, menantu seperti kamu seharusnya berterima kasih. Kami menerimamu di keluarga ini, memberi atap di atas kepalamu, memberi makan.”Beberapa pelayan saling berpandangan, ada yang menunduk, ada yang menggigit bibir menahan komentar. Evelyn menarik napas panjang. Ia berjalan menuju wastafel. Tangannya meraih celemek, ia men
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-09 อ่านเพิ่มเติม