**Kaivan mendekatkan bibirnya ke arah bibir Kayla, dan sempat mencuri satu kecupan lembut sebelum yang lebih tua terhenyak mundur.“Kaivan!” tegurnya keras. “Jangan begini, tolong!”Kaivan mendesis lirih. Ia pejamkan mata sesaat sebelum menggeser posisi menjauh.“Maaf Mbak Kay, aku nggak bermaksud ….”Kaivan memandangnya dalam-dalam. Bagaimanapun ia menginginkan perempuan ini, ia tidak akan melakukan apapun yang tidak Kayla suka.Kaivan akan mendekat pelan-pelan. Sampai Kayla sendiri yang bersedia membuka hati untuknya. Nah, kendati demikian, jika ada kesempatan yang sangat jarang terjadi itu, tentu saja Kaivan tidak akan menyia-nyiakan.Ia berusia dua puluh lima tahun, dan seorang pria yang sehat lahir dan batin.Kaivan kemudian berdiri.“Mbak Kay istirahat di kamar, ya? Yuk, aku antar. Jangan tidur di sini, nanti badannya sakit semua.”“Aku nggak apa-apa di sini.”“Jangan bandel, Mbak. Aku gendong, ya? Kakinya sakit buat jalan, kan?”Seketika Kayla bangun dari posisi bersandar di
Last Updated : 2026-07-09 Read more