Partager

16. Ini Rumah Siapa?

last update Date de publication: 2026-07-08 23:20:47

**

Kayla mendesis tanpa sadar saat tisu yang dipegang Kaivan untuk mengusap air matanya, menyentuh luka basah di sudut bibir. Perempuan itu reflek bergerak mundur.

“Ah, maaf Mbak Kay. Sakit, ya? Maaf ya … aku akan lebih pelan.”

Kaivan kembali mengarahkan tisu untuk menghapus darah di sudut bibir Kayla, namun yang lebih tua menggeleng.

“Nggak usah, aku bisa sendiri ….” katanya lirih. Ia mengambil tisu di tangan Kaivan dan mulai menyeka lukanya sendiri. “Kamu juga berdarah, Van. Bahkan lebih para
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   50. Dua Porsi Kekalahan

    **Laskar mengalihkan pandang dari laptop yang terbuka di atas meja, lalu mengacak rambut dengan keras. Tanda bahwa ia sedang dilanda frustasi. Atmosfer ruangan sejuk dan wangi itu terasa dingin dan tegang, seperti penghuni yang ada di dalamnya.Di hadapan Laskar, duduk seorang pria berusia tiga puluhan, manager proyek yang sudah satu tahun terakhir bekerja untuknya.“Coba kamu lobi lagi lah, Bim. Masa begitu aja kontrak kerja udah langsung dibatalin. Kemarin kan kita bahkan udah bahas DP. Aku setuju kalau DP mereka minta sepuluh persen dulu. Masa yang begitu masih kurang juga?” Laskar berkata dengan keras kepada bawahannya itu, Wajahnya tegang, merah padam dilamun emosi.Pria yang biasa Laskar panggil BImo itu menghela napas. “Sudah lho, Pak. Saya udah gerak berkali-kali, bahkan udah datengin rumah owner-nya langsung. Tapi orangnya tetep nggak mau dan kekeuh batalin. Saya bilang kalau material udah mau datang beneran minggu ini. Tapi dia tetep nggak percaya.”Gantian Laskar yang meng

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   49. Seporsi Kekalahan

    **“Kurang ajar banget anak nggak punya adab itu! Bisa-bisanya dia nggak kasih ibunya sendiri masuk! Dasar anak durhaka!”Suara teriakan nyaring mengalihkan atensi Laskar yang sedang berkonsentrasi di depan layar monitor, di atas meja kerjanya. Pria itu mengernyit, melayangkan pandang ke arah ruang tamu rumahnya yang memang terlihat dari ruangan tempat ia duduk saat itu.“Awas aja, suatu saat bakal aku balas berkali-kali lipat! Baru bisa segitu aja sombongnya udah nembus langit!”“Iya, masa! Tangan aku sakit ditarik-tarik sama sekuriti yang sok kuasa itu kemarin. Najis banget! Cuma pegawai rendahan aja lagaknya udah kayak yang punya negara!”Tak bisa lagi berkonsentrasi melanjutkan pekerjaan, Laskar akhirnya beringsut dari hadapan layar komputer untuk melihat keributan apa yang disebabkan oleh ibu dan adiknya di ruang tamu.“Laskar!” Mendapati kehadiran Laskar, Widya segera mengadu. Bercerita dengan berapi-api.“Harusnya kamu kemarin ikut sama kita! Kalau kamu ada di sana, seenggakny

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   48. Sweet Love Story

    **Perjalanan selama sembilan jam lebih dari Indonesia ke bandara internasional Kansai, Osaka, berlangsung lancar tanpa kendala. Kendati sama sekali belum pernah naik pesawat sebelumnya, Kayla tidak mengalami jetlag.Lelah, namun pengalaman baru membuatnya excited menikmati setiap langkah yang ia tempuh di negeri sakura yang elok itu.Hari sudah nyaris menuju tengah malam ketika mobil taksi yang mereka tumpangi meninggalkan bandara canggih di atas pulau buatan tersebut. Menembus tenangnya jalanan menuju pusat kota yang terletak di barat daya bandara.“Capek ya, Sayang? Sabar ya … bentar lagi kita sampai.” Kaivan mengelus puncak kepala Kayla, membuat perempuan itu tersenyum.“Ya, capek. Tapi aku seneng kok.”“Kalau sampai di hotel, langsung istirahat, ya. Besok kalau udah nggak capek, baru kita ke rumah Paman. Nggak jauh juga kok dari hotelnya.”“Iya, Van.”“Sini, mau nyandar nggak? Lumayan sepuluh dua puluh menit kamu bisa merem bentar.”Kayla benar-benar seperti mendapat shock cultur

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   47. Rencana Honeymoon

    **Matahari bersinar cerah di luar jendela ketika Kayla membuka matanya perlahan. Perempuan itu diam selama beberapa detik untuk mengumpulkan nyawa, sebelum kemudian sontak bangun dengan panik.“Ah! Jam berapa ini? Aku harus bangun buat masak sarapan!”“Sayang? Kenapa? Kamu mimpi buruk, kah?”Selama berdetik-detik berikutnya, Kayla kembali diam dengan bingung. Membuat Kaivan yang berada di sampingnya ikut bingung juga.“Sayang? Hei, jangan bikin takut, dong! Kamu kenapa?”“Ya Tuhan ….” Kayla mengusap wajahnya dengan telapak tangan. “Aku … lupa.”“Lupa? Lupa apanya?”“Aku masih kebiasaan bangun pagi-pagi buat siapin sarapan. Tadi aku kaget banget pas lihat matahari udah terang di luar.”Kayla tidak menyebut nama Laskar, tapi Kaivan paham bahwa kebiasaan itu terjadi pada kehidupan Kayla di pernikahan sebelumnya. Alih-alih cemburu dan merajuk, Kaivan justru tertawa kecil.“Ada-ada aja, deh. Ingat ya Sayang, mulai hari ini, kamu nggak perlu lagi maksain bangun pagi hanya buat siapin sarap

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   46. Malam Pertama

    **(21+ Mature Content)Ini bukan pertama kalinya, tapi debaran jantung Kayla yang menggila, seakan ia akan disentuh untuk kali pertama. Ia meremat fabrik sprai sutera di bawah tubuhnya, meninggalkan jejak kusut yang segera terurai.“Boleh kan, istriku?”Suara berat Kaivan menggesek gendang telinganya seperti afeksi halus. Kayla tidak ingin memejamkan mata, ia ingin merekam momen itu dengan jelas di benaknya. Namun begitu bibir Kaivan kembali menyapu rahang dan lehernya yang jenjang, seketika matanya terpejam kembali. Sentuhannya begitu halus, manis dan sesuai pada titik-titik sensitif yang tepat.“Ah, Van ….” Kayla mendesis pelan. Tangan Kaivan bergerak menelusup ke dalam bathrobe. Kebetulan tidak ada pelindung apa-apa lagi di balik bathrobe itu.“Mmh ….”Sementara bibir keduanya kembali berpagutan, tangan Kaivan bergerak naik. Menyentuh dan meremas lembut ujung dada Kayla yang sudah membusung tegang.“Apa kamu sudah menunggu saat-saat seperti ini?” Kaivan tersenyum menggoda. “Kamu s

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   45. Sedikit Gangguan

    **“Kayla?”Widya mendadak tersenyum lebar.“Kayla, eh Ibu datang sama Anin! Selamat ya, akhirnya kamu nggak jadi janda lagi! Untung aja ada kamu, tadinya Kaivan udah nggak kasih Ibu masuk, loh!”Dengan penuh percaya diri Widya mendekati Kayla. Mungkin pada pemikirannya, perempuan muda itu masih sama seperti dulu. Pasti menurut dan tidak akan pernah menolak apapun yang dikatakan olehnya.Namun ketika Kayla justru mundur satu langkah, tidak mau disentuh oleh mantan ibu mertuanya itu, Widya tahu pemikirannya salah. Wanita itu menarik kembali senyum lebarnya.“Kayla? Kamu pasti bolehin Ibu masuk, kan? Mana mungkin kan kamu nolak kedatangan Ibu? Ini Ibu udah susah payah nyariin alamat kalian, lho!”Tak menjawab apapun, Kayla justru mengalihkan pandang kepada Anin. Membuat gadis itu seketika membuang muka, tak berani bertatap mata dengannya.Jelas saja, sebab Anin tahu benar keadaan Kayla ketika ia sengaja menabraknya di halaman butik tempo hari. Walau Kayla tak mengatakan apapun, tapi Ani

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status