"Tembak aku sekarang, Damian." Suara Leon memecah kesunyian halaman Mansion Varez.Tak ada satupun orang yang berani bergerak, embun pagi masih menggantung di ujung rerumputan, sementara puluhan anggota organisasi Varez berdiri membentuk lingkaran besar. Wajah mereka tegang. Napas mereka tertahan. Bahkan angin yang berhembus pelan seolah ikut berhenti ketika Damian melangkah keluar dari pintu utama mansion.Tok...Tok...Tok...Suara sepatu kulitnya menggema di atas lantai batu, tidak cepat, tidak lambat. Namun setiap langkahnya membuat suasana semakin menyesakkan, Leon mengangkat kepalanya perlahan, darah yang mengering masih menempel di sudut bibir dan pelipisnya akibat luka semalam. Kedua tangannya diborgol ke belakang, tetapi sorot matanya masih menyimpan keberanian yang sama seperti sebelas tahun lalu, saat pertama kali ia bersumpah setia kepada keluarga Varez."Aku sudah menunggumu," ucap Leon pelan.Damian berhenti tepat di hadapannya, tatapan mereka bertemu, tidak ada kemaraha
Last Updated : 2026-08-07 Read more