登入Aureliana Hart hanyalah seorang mahasiswi yang bekerja paruh waktu di sebuah kafe demi membiayai hidup dan pengobatan ibunya. Hidupnya berubah dalam satu malam ketika tanpa sengaja ia menyaksikan pembunuhan yang dilakukan oleh Damian Varez—CEO tampan yang dipuja publik, sekaligus pemimpin organisasi mafia paling berbahaya di kota. Alih-alih membungkamnya dengan peluru, Damian justru membawa Aurel ke mansion pribadinya. "Mulai malam ini, kau tinggal bersamaku." Sejak saat itu, Aurel menjadi tawanan di dunia yang penuh darah, pengkhianatan, dan kekuasaan. Semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Damian mengikatnya dengan perlindungan yang terasa seperti penjara. Namun, Aurel segera menyadari bahwa Damian tidak menyembunyikan satu rahasia saja. Masa lalu keluarganya, identitasnya yang telah lama dikubur, hingga perang antar keluarga mafia ternyata saling berkaitan. Di tengah ancaman yang datang dari segala arah, Aurel harus memilih: mengungkap seluruh kebenaran dan menghancurkan pria yang mulai dicintainya... atau tetap berada di sisi sang mafia obsesif yang rela mengorbankan segalanya demi melindunginya. "Kalau seluruh dunia mengincarmu... biarkan aku menjadi musuh mereka semua."
查看更多Dor! Suara tembakan memecah keheningan lorong Mansion Varez, peluru menghantam dinding hanya beberapa senti dari kepala pria bertopeng. Serangan itu memaksanya melompat mundur. Aurel yang sejak tadi memejamkan mata perlahan membukanya, napasnya masih memburu. Jantungnya berdegup begitu keras hingga seolah ingin keluar dari dadanya. Di ujung lorong Damian Varez berdiri tegak dengan pistol hitam yang masih mengepulkan asap tipis. Tatapan matanya begitu dingin, bukan kepada Aurel. Melainkan kepada pria bertopeng yang baru saja mencoba menghabisi nyawa gadis itu."Berani sekali..." Suara Damian terdengar rendah. "Menyentuh milikku."Kalimat itu membuat seluruh lorong mendadak sunyi, bahkan Viktor yang baru tiba bersama belasan pengawal tampak membeku sesaat.Pria bertopeng tertawa pelan. "Jadi...""Akhirnya The Devil sendiri turun tangan."Damian tidak menjawab, ia melangkah perlahan. Setiap langkahnya memantulkan gema di lorong marmer yang panjang.Tok...Tok...Tok...Aura menekan yang
Malam di Mansion Varez kembali diselimuti keheningan. Hujan yang sejak sore turun tanpa henti akhirnya berubah menjadi gerimis tipis. Angin malam berhembus melewati pepohonan cemara yang berjajar di halaman luas mansion, membuat ranting-rantingnya bergesekan pelan. Di lantai dua, Aureliana masih belum bisa memejamkan mata. Ia duduk di tepi ranjang sambil memandangi jendela besar yang memperlihatkan halaman belakang mansion. Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan, tentang Damian, tentang organisasi Varez dan tentang dunia gelap yang selama ini ternyata hidup berdampingan dengan kehidupan biasa."Aku harus keluar dari sini," bisiknya lirih.Namun setelah percobaan pelarian semalam gagal total, Aurel sadar bahwa setiap langkahnya kini pasti diawasi lebih ketat. Ia mengembuskan napas panjang, perutnya terasa kosong. Sejak sore ia sama sekali tidak menyentuh makanan yang diantar Martha, bukan karena mogok makan. Melainkan karena pikirannya terlalu kacau.Tok...Tok...Tok...Suara ketukan
Bunyi alarm keamanan masih menggema di seluruh Mansion Varez. Lampu darurat berwarna merah berkedip tanpa henti, memantulkan cahaya yang membuat lorong-lorong panjang itu tampak semakin mencekam. Para pengawal berlarian ke segala arah sambil memegang senjata. Suara alat komunikasi saling bersahutan memenuhi udara."Tim Alpha menuju sektor timur!""Pastikan semua pintu bawah tanah terkunci!""Jangan biarkan siapapun memasuki area terlarang!"Aurel berdiri terpaku, jantungnya masih berdetak tidak beraturan setelah ledakan yang mengguncang mansion beberapa detik lalu. Damian masih menggenggam erat pergelangan tangannya, tatapan pria itu tidak lagi tertuju pada Aurel, melainkan ke arah pintu besi yang kini dipenuhi asap tipis."Viktor." Suara Damian terdengar rendah, tetapi cukup membuat seluruh lorong langsung hening."Periksa ruang penyimpanan.""Ya, Tuan."Viktor memberi isyarat kepada enam pengawal bersenjata. mereka segera bergerak membentuk formasi. Dua orang berada di depan dengan
Malam kembali menyelimuti Mansion Varez. Langit yang sejak sore dipenuhi awan kelabu akhirnya menurunkan hujan tipis. Butiran air memantulkan cahaya lampu taman yang berjajar rapi di sepanjang jalan menuju gerbang utama. Dari luar, mansion itu tampak seperti rumah mewah milik keluarga terpandang. Tak ada seorang pun yang akan menyangka bahwa di balik pagar besi setinggi empat meter itu berdiri markas salah satu organisasi paling berbahaya di kota.Di lantai dua, Aureliana masih berdiri di balik tirai kamar, tatapannya tidak pernah lepas dari halaman belakang. Sejak sore, ia tidak melakukan apa pun selain mengamati, setiap pergantian penjaga, setiap arah patroli, setiap kamera yang berputar perlahan. Ia menghafalnya satu per satu."Empat menit," gumamnya pelan."Setiap empat menit mereka berganti posisi." Ia kembali melirik jam dinding.Pukul sebelas malam, jam yang sama ketika sebagian besar pelayan mulai kembali ke kamar masing-masing. Lorong menjadi lebih sepi, suara langkah kaki pe






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.