"Aureliana..." Suara itu terdengar lagi dari ujung koridor.Aurel membeku, Damian langsung mengangkat pistol. "Siapa kau?"Tidak ada jawaban, hanya suara langkah kaki pelan, satu langkah, dua langkah, tiga, Aurel menggenggam foto di tangannya semakin erat. Jantungnya berdetak begitu keras sampai telinganya sendiri bisa mendengarnya."Damian...""Aku di sini." Suara Damian terdengar tenang, tetapi posisi tubuhnya sudah berubah. Ia berdiri sedikit di depan Aurel, menutupi sebagian tubuh gadis itu.Matanya menyapu koridor yang gelap. "Keluar."Hening lalu seseorang tertawa kecil, Aurel langsung menahan napas, suara itu. Ia mengenalnya, bukan sekadar dari mimpi, bukan sekadar dari ingatan masa kecil. Suara itu pernah memanggilnya dengan nama yang sama bertahun-tahun lalu, Aureliana."Siapa kau?" Aurel memberanikan diri bertanya.Suara itu menjawab. "Kau benar-benar sudah lupa padaku."Aurel memejamkan mata, potongan ingatan kembali menghantam kepalanya. Seorang anak laki-laki, tangan keci
Last Updated : 2026-08-15 Read more