Pagi itu, Aurel terbangun dengan dada yang terasa berat, bukan karena sakit. Tidak ada luka serius di tubuhnya, tidak ada darah, tidak ada memar yang membuatnya sulit bergerak. Namun begitu membuka mata, hal pertama yang muncul di kepalanya adalah kejadian semalam. Ruangan gelap, tangannya terikat suara Moretti wajah Adrian yang terluka. Pistol yang diarahkan kepadanya dan Damian.Damian yang datang, Damian yang berdiri di antara dirinya dan semua bahaya. Aurel menatap langit-langit kamar cukup lama, tangannya perlahan naik menyentuh dada. Jantungnya berdetak lebih cepat."Aku kenapa, sih..." Ia menghela napas."Kenapa setiap ingat Damian, jantungku malah begini?" Aurel memejamkan mata.Ia mencoba tidur lagi, tidak berhasil, ia membalikkan badan lima menit. Masih tidak berhasil, akhirnya Aurel bangkit dari tempat tidur, kakinya menyentuh lantai dingin. Ia berjalan menuju cermin, rambutnya berantakan, wajahnya masih pucat. Ada bekas kemerahan di pergelangan tangannya.Aurel mengangkat
Last Updated : 2026-08-23 Read more