Cahaya matahari pagi menyelinap melalui celah tirai tebal berwarna abu-abu gelap. Sinar itu jatuh tepat di wajah Aureliana yang masih tertidur di atas ranjang berukuran king size. Kelopak matanya bergerak pelan, beberapa detik kemudian. Ia langsung membuka mata lebar-lebar. Napasnya tercekat, langit-langit kamar yang tinggi, lampu kristal mewah, aroma kayu cendana yang samar, dan dinding berwarna putih gading segera mengingatkannya bahwa ia bukan berada di kamar kontrakannya.Semua kejadian semalam kembali memenuhi kepalanya gudang tua, suara tembakan. Pria yang mati di depan matanya dan Damian Varez. Aurel langsung bangkit dari tempat tidur."Tidak..." Ia menatap sekeliling kamar.Semuanya tampak sempurna. Namun justru kesempurnaan itu membuatnya semakin gelisah. Ia berlari menuju pintu, tangannya langsung memutar gagang, Klik. Tidak bergerak, ia mencoba lagi tetap terkunci."Sial..." Dengan napas memburu, ia beralih ke jendela.Begitu tirai disibakkan, pandangannya langsung tertuju
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-01 อ่านเพิ่มเติม