“Kalau kau masih menganggapku sebagai keluargamu, Damian, berhentilah mengejar Aurel.” Damian menatap layar ponselnya yang sudah gelap.Kalimat itu terus berputar di kepalanya, membuat dadanya terasa sesak. Suara yang baru saja didengarnya bukan suara Lucien, bukan Adrian, dan bukan pula suara Selena, dia mengenal suara itu sejak kecil. Suara yang pernah membacakan cerita sebelum tidur ketika Magnus terlalu sibuk mengurus organisasi. Suara yang pernah berjanji akan melindunginya jika dunia terbalik melawannya, suara yang selama ini dia percaya tidak akan pernah mengkhianatinya, Elias.“Tidak mungkin,” gumam Damian.Dia memutar kembali rekaman panggilan terakhir, berharap menemukan sesuatu yang membuktikan bahwa pendengarannya salah. Namun, suara itu tetap sama. Bahkan cara pria tersebut menarik napas sebelum berbicara pun tidak berbeda dari Elias yang selama ini berdiri di sampingnya.Damian meraih pistolnya, lalu memasukkannya ke balik jas, jika Elias benar-benar terlibat, dia harus
Última actualización : 2026-10-18 Leer más