Pikiran Sena berdesir pelan. De javu. Sungguh sebuah pola takdir yang sangat sempurna. Dokter Vera yang tegas namun penuh perhatian persis seperti Mbak Irma, Bu Mawar yang anggun dan berkelas seperti Nyonya Sarah, Bu Jasmin yang lembut dan penuh kehangatan seperti Nyonya Widya, serta Ina yang sigap melayani seperti Elsa. Kota besar ini ternyata menyimpan cerminan persis dari wanita-wanita yang membantunya membangun pilar kekuatan di desa.Sena menatap Bu Jasmin yang berdiri penuh harap di hadapannya."Bisa, Bu. Kalau Bu Jasmin berkenan, kita bisa lakukan terapinya sekarang di kamar terapi," tutur Sena ramah."Sekarang, Sena? Apa tidak merepotkanmu?" tanya Bu Jasmin, matanya berbinar gembira meski nada suaranya tertahan sopan."Tidak sama sekali, Bu. Lebih cepat ditangani, tidur Bu Jasmin malam ini akan jauh lebih nyenyak," sahut Sena seraya melangkah membimbingnya menuju koridor dalam.Bu Mawar tersenyum tipis, melempar pandangan penuh arti pada Bu Jasmin. "Masuklah, Jasmin. Perc
Last Updated : 2026-09-14 Read more