Larissa mengerjap mendapati barang-barangnya dihempaskan keluar dari kamar."Bi Ira!" Teriak Paskal.Wanita paruh baya yang bernama bi Ira ini lalu muncul dengan tergopoh-gopoh."Ada apa, Tuan?""Bawa wanita ini turun dan beri dia kamar pelayan."Mata bi Ira melotot, apalagi yang dimaksud adalah Larissa yang merupakan Istrinya."Nona Larissa?""Bukan!" Bentak Paskal. "Jangan panggil dia dengan sebutan Nona. Dia sama sepertimu, hanya pembantu!"Bi Ira meneguk ludah dan memandang Larissa yang wajahnya tengah memerah menahan tangis."Tunggu apa lagi?" Paskal ingin naik pitam rasanya.Ketakutan, Bi Ira membantu Larissa memungut barang-barangnya."Dengar. Jangan sampai papa dan mama tahu soal ini, atau saya nggak akan segan memecat kalian.""Ba-baik, Tuan." Bi Ira lalu menarik lengan Larissa yang terasa dingin. Wanita ini rupanya sudah berkeringat menahan takut.Sejenak La
Last Updated : 2026-07-20 Read more