مشاركة

20. Hukuman

مؤلف: Stary Dream
last update تاريخ النشر: 2026-07-22 20:29:42

Ungkapan cinta saja tak cukup bagi Lila. Dia butuh lebih dari ini. Seperti status misalkan? Dia tak hanya ingin menjadi kekasih dari Paskal. Melainkan istrinya.

Mungkin dulu Lila terus menolak cintanya Paskal, tapi kini Lila menginginkan pria termasuk seluruh apa yang dimiliki oleh Paskal.

"Pas.. aku ingin kamu menikahiku."

Lila merebahkan kepalanya di dada bidang milik Paskal. Malam ini, Lila ingin tidur bersama kekasihnya. Hanya tidur saja. Tidak melakukan hal yan
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   47. Mulai Berubah

    Tak ada yang bicara setelah itu. Paskal terdiam seribu bahasa akan pernyataan istrinya. Ya, mereka masih terakui sebagai pasangan suami istri meskipun Paskal membencinya.Namun satu hal yang pasti Paskal ketahui. Meskipun Paskal berkali-kali menyakiti fisik dan hati Larissa tapi tak ada sekitpun wanita itu hendak membalasnya.Harusnya Larissa bisa membiarkan Paskal terbunuh begitu saja di rumah itu. Namun, bukannya menyelamatkan diri seperti Lila. Larissa lah yang datang dan menarik tangannya. Menggenggam tangan itu. Merawatnya ketika tak sadar. Dan selalu sabar menghadapi sikap kasar Paskal.Pria ini lalu menghela nafas panjang.Sesungguhnya kebaikan Larissa tak ingin dibawanya ke dalam hati. Tapi entah kenapa, hatinya yang membeku ini perlahan mencair karena sikap tulus Larissa. Pria ini tersentuh.Setelah membuat makan siang untuk Paskal, Larissa melanjutkan pekerjaannya lagi untuk mengupas talas. Tak hanya ada Fitri, tapi ibu Cik juga

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   46. Kebaikan Larissa

    Paskal tak dapat memejamkan mata. Sepanjang malam yang ia pikirkan adalah kejadian di masa lalu.Ketika dia baru saja dicampakkan oleh Lila. Saat itu, Paskal kalap. Dalam pengaruh alkohol, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mobil itu tertabrak pembatas. Tubuhnya terhimpit.Tapi satu yang pasti..Pria ini masih ingat ada wanita berambut panjang dengan memakai jaket rajut hijau menolongnya. Membantunya keluar dari mobil. Meletakkan kepala Paskal di pangkuannya sampai menunggu ambulance datang.Dan dua minggu yang lalu, ketika Paskal hampir kehilangan kesadarannya. Larissa juga datang..Di gelapnya malam, ia meraih Paskal yang hampir pingsan. Membawa pria itu ke atas pundaknya. Mengucapkan kata semangat. Dan mendoakannya.Oh.. Paskal tersadar akan semua itu. Sebuah benang merah yang menjadi satu simpul mengenai hubungan Paskal dan Larissa di masa lalu."Apa mungkin yang dimaksud hutang budi papa adalah ini..??"

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   45. Ingatan Masa Lalu

    Larissa menyibukkan dirinya sebagai pekerja di desa ini. Anggap saja sebagai pelarian dari kisah sedihnya. Sejak subuh, dia bekerja di rumah ibu Cik. Lalu menyebrangi sungai untuk berjualan di pasar. Sorenya, dia akan ke rumah penduduk untuk mengupas talas.Hari ini, Larissa pulang lebih sore. Hujan baru saja turun membasahi tanah yang subur ini. Angin yang lembut membuat Larissa menjadi sejuk.Wanita ini berhenti sejenak menatap lingkungan yang baru ia tempati. Rumah kayu. Pepohonan hijau. Orang-orang yang ramah. Ya.. Larissa merasa ada hikmah dibalik cobaan yang ia hadapi. Dia merasa cocok dengan desa ini."Aku harus segera pulang." Ucap Larissa mempercepat langkahnya.Setibanya di gubuk, ada Paskal yang menatapnya tajam. Sudah dua minggu lebih mereka tinggal disini. Paskal hanya diam di rumah tanpa mau berbaur keluar. Dia diam di sangkar menunggu kedatangan penyelamatnya.Larissa bergegas memasak makan malam. Hari ini dia bis

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   44. Lila Bebas

    "Sudah ku bilang kalau aku nggak bersalah, kan? Dasar keras kepala!" Gerutu Lila congkak di hadapan Farhan.Setelah beberapa hari tinggal di sel tahanan, akhirnya Lila bisa melenggang bebas dan dinyatakan tak bersalah.Bagaimana tidak? Kurangnya bukti membuat Lila bebas dari tuduhan penyerangan. Tak hanya itu, sikapnya yang cerewet juga membuat jengkel sipir penjara. Sekarang dia sudah diperbolehkan pulang dengan tenang."Tapi jika di kemudian hari ada bukti yang menunjukkan kalau anda terlibat atas kasus penyerangan tuan Paskal, maka saya tidak akan segan untuk mengirim anda kembali kemari." Sahut Farhan menatap tajam.Lila mengibaskan tangannya tanda tak perduli. Ucapan pria itu bak angin lalu untuknya."Terserah! Tapi aku nggak pernah terlibat dalam penyerangan calon suamiku! Dasar gila!" Gerutu Lila.Wanita ini berjalan dan melewati Farhan begitu saja. Di luar kantor ini, ada sebuah mobil yang sudah menunggu.Lila pu

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   43. Pekerjaan Baru

    Sebelum matahari terbit, Larissa tiba di rumah ibu Cik. Dengan menggunakan jaket rajut hijaunya, ia berjalan melewati kebun dengan udara dingin yang menembus tulang. Sesampainya disana, ternyata Larissa tak sendiri. Ada dua orang wanita yang seumuran dirinya ikut menunggu di belakang dapur ibu Cik. Tak lama, pak Yanto datang dengan membawa dua karung yang berisi bawang merah. Saat melihat Larissa, pria ini sontak terkejut. "Ada mbak Larissa disini?" Tanyanya heran. "Iya, pak. Ibu Cik bilang mau memberikan pekerjaan pada saya." Pandangan Yanto beralih pada istrinya. Ibu Cik berdeham. Ia lalu mendekatkan diri dan membisikkan sesuatu. Yanto tampak mengangguk mengerti. Sedangkan, Larissa hanya memperhatikan. "Bawangnya udah datang. Ayo kita kupas sebelum matahari tinggi!" Seru wanita seusia Larissa. Kedua wanita itu mengambil tempat duduk dan memulai pekerjaannya. Lari

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   42. Melanjutkan Hidup

    Mata Larissa sudah memerah menahan tangis. Paskal sejak tadi memarahinya. Memaki dan juga mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat Larissa hampir menangis."Sejak bertemu denganmu hidupku sial terus, Larissa!" Ujar Paskal marah. "Harusnya kamu tidak perlu repot-repot menolongku! Walaupun kamu tidak menolongku, aku yakin Lila akan berbalik menolongku."Air mata Larissa jatuh menetes. Padahal dia hampir mengorbankan separuh nyawanya untuk menolong pria ini. Namun yang Paskal berikan adalah kemarahan."Maaf.. aku cuma takut karena mereka jumlahnya banyak sekali.. mereka membawa senjata untuk melukaimu.. yang ku pikirkan adalah bagaimana cara untuk menolong..." lirih Larissa serak."Lalu kamu mau dipanggil pahlawan setelah menolongku begitu?" Paskal berdecak. "Kamu malah membawaku dalam situasi yang semakin parah, Larissa! Dasar brengsek!"Paskal mengaduk-aduk nasi yang diberikan oleh bu Cik dengan emosi. Saat ia mengendus, ia menjadi mual.

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status