Hari-hariku berikutnya aku lalui dalam kebahagiaan. Bumi adalah sumber kebahagiaanku saat ini. Hingga tidak terasa aku dan Bumi sudah diperbolehkan pulang."Mas, katanya ada rapat sama investor hari ini?" Aku memandang Shaka yang sedang memerintahkan asistennya untuk membawa koper berisi perlengkapan bayi dan bajuku selama di rumah sakit."Sudah aku undur." Shaka mengambil Bima dari pangkuanku."Mas, aku dan Bumi bisa pulang sendiri.""No," Shaka menggeleng. "Kalian jauh lebih penting daripada investor."Aku tertawa kecil sambil mengikuti Shaka keluar ruangan. Tangannya yang bebas menggenggam tanganku."Kamu mau tinggal di apartemen atau di rumah, Sekar?" tanya Shaka."Terserah, Mas.""Kita tinggal di rumah aja, ya.""Apa nggak jauh dari kantor, Mas?" Shaka menggeleng, "Aku sudah mengajukan cuti selama tiga bulan."Aku tertawa lagi, "Kasihan asistenmu, Mas.""Biar," Shaka ikut tertawa. "Itu sudah tugas mereka kok."Genggaman tanganku semakin erat, "Kalau Papa dan Mama bagaimana, Mas?
Last Updated : 2026-08-31 Read more