"Kamu baru saja menyalakan api yang nggak bisa kamu padamkan sendiri, Sekar," bisik Shaka rendah. Suaranya serak, dalam, dan mengirimkan getaran aneh yang menjalar ke seluruh saraf pusatku.Tanpa menunggu jawabanku, Shaka menyusupkan lengannya di bawah lututku dan mengangkat tubuhku dalam satu gerakan mantap. Aku memekik pelan, refleks mengalungkan lengan ke lehernya. Kain sutra merah marun yang kukenakan tersingkap, memperlihatkan kakiku yang bersentuhan langsung dengan kemeja mahalnya yang kaku.Ia membawaku menaiki tangga marmer menuju lantai atas, melewati lorong sunyi yang hanya diisi oleh suara detak jantung kami yang kian berpacu. Kami tiba di depan pintu ganda yang megah, yang terbuka perlahan menyingkap kamar tidur utama yang luas dengan pencahayaan temaram yang dramatis.Shaka menurunkanku di sisi tempat tidur berukuran king-size yang dilapisi seprai sutra hitam. Ia tidak langsung menyentuhku. Ia berdiri di sana, menanggalkan kemeja dan jam tangannya dengan gerakan perlahan
Last Updated : 2026-07-19 Read more