Diana duduk di ruang perawatan Herman sembari menatap wajah suaminya, ia hanya mematung dengan senyumannya yang aneh. Tidak ada perasaan lagi antara dia dan Herman.Tap…Tap…Suara langkah kaki yang mulai menaiki lantai dua dan decitan pintu ruangan yang terbuka membuat Diana menoleh ke arah sumber suara, Celine berdiri di sana dengan wajah yang tampak masih memerah dan berkeringat.‘Pasti Mas Bambang sudah menghukum bocah ini,’ pikir Diana, ia menatap Celine dengan memberikan senyuman terbaik, menunggu ucapan dan kata-kata yang sangat ingin dia dengar dari Celine, seseorang yang selalu ia takuti di rumah ini.Celine melangkahkan kakinya dengan langkah pelan-pelan, ia bahkan menyangga perut dan pinggangnya, “Tante Diana, a-aku minta maaf.” Celine mengucapkannya dengan menunduk, keringat menetes deras dari dahinya.Diana hanya tersenyum seperti seorang malaikat, “Tentu saja aku akan memaafkan anakku, tapi dengan satu syarat…” Diana menyentuh dagu Celine yang terasa panas, membuat Celin
Dernière mise à jour : 2026-08-08 Read More