"Harusnya aku yang berada di ranjang itu, Tuan Herman," batin Bambang setiap kali melihat pria malang itu. Bambang, pria berusia tiga puluh tahun dengan otot dada dan lengan yang tercetak jelas di balik kamus polo hitam ketatnya, baru saja keluar dari ruangan Tuan Herman, majikannya.Di ruang tengah, Diana, sang Nyonya rumah, berdiri gemetar ketakutan dengan punggung menempel rapat pada dinding. Ia hanya mengenakan lingerie baju tidur sutra berwarna merah marun yang sangat tipis, nyaris menerawang, dengan potongan kerah berenda yang teramat rendah. Namun, apa yang Bambang lihat di ruang tengah malam ini benar-benar menguji iman sekaligus memancing naluri pembunuhnya.Siapa pria normal yang darahnya tidak berdesir melihat istri majikan yang begitu mempesona, sedang rapuh, dan hanya menggunakan lingerie?Melihat itu, Bambang tidak ada pikiran apapun karena ia masih terngiang janji suci pada Tuan Herman yang lumpuh total, akibat kecelakaan tragis dua tahun lalu demi menyelamatka
Last Updated : 2026-07-01 Read more