“Tapi Mas, aku udah gak tahan lagi.”Diana menyentuh dada Bambang yang kokoh, ia mentap wajah Bambang menunjukkan binar kehidupan yang menginginkan kehangatan yang hilang dari dirinya. Bambang menggenggam lembut tangan Diana yang penuh memar, ia menyentuh wajah Diana yang masih cantik meski wajahnya membiru.“Kita harus segera ke dokter, baru setelah itu kamu bisa menyentuhku,” pekik Bambang, Diana menggeleng. Ia memalingkan wajahnya, “Aku gak mau, aku benci Rumah Sakit,” sahut Diana.“Tapi lukamu ini—”“Aku hanya butuh kamu dan luka ini akan sembuh sendiri,” Diana menyenderkan kepalanya di dada Bambang, mendekapnya erat dan tidak membiarkannya keluar dari kamarnya. Bambang mendenguskan napasnya, ia mengangkat tubuh Diana ke atas kasur dan merebahkannya.“Ingat Diana, jangan menentang ‘suami’mu,” bisik Bambang, tangan jahilnya mulai meraba paha Diana yang membiru, ia mengambil tangan lembut Diana dan mengecupnya. Mata mereka saling mengunci satu sama lain sebelum akhirnya mereka
Dernière mise à jour : 2026-07-18 Read More