Mobil dinas kecamatan berwarna hitam melaju tenang membelah kompleks perumahan pejabat yang asri dan sejuk. Di balik kaca mobil, Yanto duduk tegap mengenakan kemeja rapi. Di sampingnya, Dewi menggenggam erat jemari tegap Yanto dengan raut cemas."Mas Yanto, rumah dinas Pak Camat ini besar banget ya," bisik Dewi parau, matanya berbinar kagum sekaligus takut saat melihat pilar-pilar beton megah di hadapan mereka.Yanto mengusap lembut punggung tangan Dewi, menyunggingkan senyum miring yang berkarisma. "Mbak Dewi ndak usah cemas. Kita ke sini buat mengobati, bukan buat minta-minta."Mobil berhenti tepat di pelataran halaman utama kediaman dinas. Kurir kecamatan membukakan pintu, menuntun Yanto dan Dewi menyusuri teras berlantai marmer sejuk.Seorang wanita anggun berusia pertengahan tiga puluhan—mengenakan daster sutra tipis bernuansa hijau zamrud dengan riasan wajah kuyu—duduk bersandar di sofa empuk. Dialah Nyonya Anggraini, istri dari Pak Camat penguasa wilayah tersebut."Selamat sore
Last Updated : 2026-09-23 Read more