Deru angin malam yang dingin berhembus kencang menembus celah ventilasi ruko "Gawok Sehat", namun kehangatan masih tersisa di ruang tengah. Yanto baru saja meregangkan dekapannya dari Dewi usai melunturkan keletihan gadis itu dengan sentuhan lembut energi Gawok. Dewi masih berdiri di sampingnya dengan wajah merona merah, merapikan selendang kainnya yang sedikit kusut. Tok! Tok! Tok! Gedoran pintu depan terdengar sangat keras dan panik, memutus keheningan malam. "M-Mas Yanto! Tolong, Mas! Buka pintunya!" jerit suara parau seorang bapak-bapak dari arah luar. Yanto mengernyitkan alis mulusnya, melangkah tegap mengikis jarak menuju pintu kayu. Dewi mengekor cemas di belakangnya, menggenggam erat ujung kemeja tegap Yanto. Klek. Selot pintu terangkat. Sosok Pak Kasman—pengurus warga dari RT 04 desa sebelah—berdiri gemetar di ambang pintu. Wajah paruh bayanya pucat pasi bagai mayat, dan peluh dingin bercucuran deras membasahi kemeja lusuhnya. "Ada apa, Pak Kasman? Kenapa malam-malam p
Last Updated : 2026-09-17 Read more