"Ayo, Mbak Dewi... Semua barang perbekalan dari desa sudah siap di bagasi SUV," panggil Yanto seraya membetulkan kancing kemeja batiknya di pelataran teras. Dewi melangkah keluar dari pintu kayu rumah Bu Ningsih, membetulkan letak selendang batik cantiknya dengan binar mata bahagia. "Sebentar, Mas Yanto!" sahut Dewi manis. "Ini aku lagi pamitan sama Bu RT sama ibu-ibu pengajian yang ikut mengantar di teras." Bu Ningsih dan Bu RT tersenyum haru, mengusap pelan bahu mungil kembang desa yang kini telah resmi disunting oleh pemuda paling berwibawa di kabupaten tersebut. "Hati-hati di kota ya, Dewi, Bu Ningsih..." bisik Bu RT penuh rasa hormat. "Jaga baik-baik Mas Yanto, kebanggaan desa kita." Yanto membusungkan dadanya yang bidang, membukakan pintu depan SUV hitam berkilat untuk sang istri. "Nggih, matur nuwun semuanya... Kami pamit kembali ke tempat praktik di kota." SUV hitam itu pun perlahan meluncur mulus membelah keheningan desa, melintasi hamparan sawah hijau menuju Jala
最終更新日 : 2026-10-01 続きを読む