Klek!Selot kayu pintu rumah kontrakan Bu Ningsih berbunyi keras. Suara langkah kaki terburu-buru berderap di atas lantai papan. Bu Ningsih yang sejak sore cemas mencari keberadaan Dewi melangkah masuk dengan napas memburu dan wajah pucat pasi."Dewi! Nduk! Kamu ke mana aja, Nduk?!" panggil Bu Ningsih dengan suara melengking panik.Namun, langkah Bu Ningsih seketika terhenti kaku di ambang pintu. Di dalam ruang tengah yang diterangi remang lampu semprong, ia mendapati Yanto baru saja memapah Dewi masuk. Pakaian kerja Dewi masih agak kotor oleh debu gudang, badannya gemetar pelan, dan wajah cantiknya pucat bermandi air mata."Ibu..." rintih Dewi parau.Tanpa membuang waktu, Dewi melepas pegangannya dari lengan Yanto dan berlari kecil menubruk tubuh ibunya. Isak tangis histeris yang sejak tadi ditahannya seketika pecah di dalam pelukan hangat Bu Ningsih."Yaa Gusti, Dewi! Kamu kenapa, Nduk?! Kenapa menangis kayak gini?" seru Bu Ningsih panik, merengkuh erat tubuh mungil putrinya seraya
Last Updated : 2026-09-14 Read more