"Akhhhhh! M-Mas Yanto... hhnnnggghhh!" Sari memekik tertahan di balik cengkeraman jemarinya pada tikar. Suara lenguhan perih yang mulanya meluncur dari tenggorokannya mendadak pecah menjadi desahan panjang yang teramat intens saat rasa sakit di tulang punggungnya sirna dalam hitungan detik. "Sebagai gantinya, gelombang rasa hangat yang memabukkan menjalar deras dari titik pijatan Yanto, merambat memenuhi seluruh aliran darahnya. Rasa pegal, nyeri memar, hingga linu di persendian pinggulnya mendadak menguap tanpa bekas. "Aah, Mas..." "Gimana, Mbak? Masih sakit banget tah?" tanya Yanto lembut, suaranya terdengar begitu dekat di samping telinga Sari. Yanto tidak langsung mengangkat telapak tangannya. Ia membiarkan energi hangat meridian Gawok mengalir perlahan lewat permukaan kulit mulus punggung Sari, mengusap lebam kebiruan yang kini tampak memudar secara menakjubkan. "E-enggak, Mas... rasa sakitnya perlahan-lahan hilang, kok," ungkap Sari dengan serak. Napasnya masih memburu
Last Updated : 2026-08-07 Read more