"Delapan puluh delapan, delapan puluh sembilan, seratus, seratus satu, seratus dua— wiih..." Yanto berhenti menghitung lembaran uang kertas bernominal seratus ribuan di genggaman tangannya. Manik mata gelapnya membesar seketika, memperlihatkan ekspresi gembira yang tak lagi sanggup ia sembunyikan. Uang tunai hasil bayaran dari jasa pijatnya di rumah mewah Bu Broto semalam terasa begitu tebal dan nyata di jemarinya. "Guendeng, baru beberapa hari mijat aku udah ngumpulin uang segini. Wah, kalau gini caranya, aku bisa cepet-cepet ngumpulin uang buat beli motor," gumam Yanto seraya menyunggingkan senyum lebar. Membayangkan ia bisa mempunyai motor impian dalam beberapa waktu ke depan membuat semangat di dalam dadanya kian bergelora. Tubuhnya yang kini padat berotot terasa sangat bertenaga, seolah energi Gawok di dalam dirinya ikut bersorak gembira. Namun, selang beberapa saat kemudian, memori otaknya justru memutar kembali bayangan Bu Broto semalam—nyonya kaya yang berbalas desahan ga
Last Updated : 2026-07-31 Read more