Aku didudukkan di kursi ruangan dengan Mbak Dita, Rendra dan Tari mengelilingiku, seperti ingin disidang. Mbak Dita bahkan sudah bersedekap dada, si Rendra memicingkan mata dan Tari, dia mengetuk-ngetuk penanya ke telapak tangan. "Dari awal gue udah curiga, pas kita di resto, Lo manggil pak Reza, bang." Kata mbak Dita. Tari mengangguk,"Iya, sejak kapan lo jalan sama pak Reza mbak, sampai manggil dia bang." "Enggak..." Aku menggeleng. "Kalau memang lo jalan sama pak Reza, jujur aja mbak, enggak papa kok, cuma gue jadi enggak enakan ke pak Reza, mana kemarin gue banyak ngomongin mantan suami Lo lagi di depan dia, pasti pak Reza cemburu." Aku menghela nafas panjang, "Oke, waktu di resto gue reflek jadi salah sebut, dan yang tadi itu pas di pantry murni ketidaksengajaan." Aku melirik Tari." Lo kan lihat gue ke pantry sendiri,terus mana gue tau kalau pak Reza datang, dan gue kaget akhirnya air panas itu terciprat ke tangan gue sendiri, jadi dia inisiatif bantu gue." Rendra meng
Last Updated : 2026-09-21 Read more