Meihua menenangkan diri dan mengatur napas, hingga benda-benda di sekitarnya kembali jatuh ke tanah. Lalu ia membaca lagi deretan surat itu.“Apakah ini benar-benar tulisan tangan Bibi Pertama, atau jebakan yang sengaja dipasang oleh orang lain, tapi siapa, ya? Apakah Jenderal Bao? Tapi buat apa?” tanyanya pada angin yang berembus.“Lebih baik aku berhati-hati. Jika asal bergerak bisa-bisa penyamaranku terbongkar lebih cepat.”Dengan tenang, Meihua meremas kertas itu dan membuangnya ke tanah, lalu menyusul keberadaan teman-temannya, menikmati sisa jalan-jalan di pasar hingga sore menjelang.Malam harinya, ketika seluruh kediaman keluarga Bao telah hening dan diselimuti kegelapan, sebuah bayangan hitam melompat melewati atap dengan gerakan ringan seperti burung terbang. Meihua yang kini mengenakan pakaian serba hitam, dan penutup wajah meluncur menembus keheningan kota dari satu atap ke atap lainnya, menuju tempat rahasia yang tertera dalam surat misterius tadi.Sebuah penginapan terbe
최신 업데이트 : 2026-08-27 더 보기