로그인Sekte Bai Ya hancur bersimbah darah di bawah panji Jenderal Bao Zhenting. Demi menuntut balas, Meihua menyusup ke kediaman musuh besarnya sebagai koki dapur. Namun, misinya berantakan. Sang Jenderal berdarah dingin itu rupanya tengah diincar oleh konspirasi mematikan di ibu kota. Lebih parah lagi, putra tunggalnya yang jenius malah menempel erat pada Meihua dan menolaknya pergi. Saat ujung belati Meihua akhirnya siap menembus jantung sang Jenderal, sebuah rahasia gelap terkuak. Benarkah pria yang paling ingin ia bunuh itu adalah sang pembantai? Atau, mereka berdua hanyalah pion yang sedang diadu domba oleh dalang yang jauh lebih mengerikan? Musuh ada di depan mata, tapi bagaimana jika dendam dihentikan oleh perasaan?
더 보기Jenderal Bao memungut kertas itu dengan dada berdebar serta berdesir panas, mulai takut kehilangan. Namun, Yu’er yang berdiri di sampingnya tertawa sambil menunjuk tulisan di kertas tersebut.“Ayah, itu tulisanku sendiri! Surat di atas meja itu hasil belajar menulis bersama Kakak Cantik tadi pagi selesai makan!”Mendengar ucapan putranya, Jenderal Bao menarik napas lega. Ketegangan yang tadinya memuncak seketika hilang. Ia mengernyit menatap goresan tinta yang agak berantakan itu dan bertanya, “Kenapa tulisan yang kau buat justru surat perpisahan?”“Kata Kakak Cantik, itu isi hatinya, tapi dia belum berani mengungkapkannya pada Ayah. Jadi aku bantu tuliskan sedikit!” sahut Yu’er dengan wajah tanpa dosa.Jenderal Bao tersenyum tipis, rasa geli menyusup di hatinya. Pantas saja tulisannya jelek sekali, ternyata Yu’er yang sedang belajar.Lelaki berwajah tegas itu menoleh ke belakang, mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang hening. Beberapa kali ia memanggil gadis itu. Namun, tid
Jenderal Bao bersama dua orang prajuritnya melangkah menuju istana tempat Kaisar sedang membaca beberapa laporan. Di sana Kaisar Long sedang duduk tenang mengamati beberapa gulungan kertas. Namun, di saat yang bersamaan, langkah kaki lain terdengar, Duan Qiafeng turut hadir untuk menemui Kaisar.Tanpa mengulur waktu, Jenderal Bao berlutut memberi hormat, lalu dengan kedua tangannya ia menyodorkan sebuah wadah berisi batu giok bulat yang menguarkan cahaya biru lembut dan terlihat sangat indah.Melihat batu berkilau itu, mata Duan Qiafeng menyipit. Ia tidak suka Jenderal Bao kembali dengan selamat, seharusnya sudah mati kedinginan diterpa badai salju. Dengan sinis, ia bertanya."Tunggu dulu. Bagaimana kita bisa tahu bahwa benda ini benar-benar asli atau palsu? Bisa saja kau merekayasa seluruh perjalananmu, lalu kembali ke istana hanya dengan membawa sembarang batu giok bercahaya, bukan?"Jenderal Bao tidak terpancing emosi. Dengan tenang dan santai ia merogoh jubahnya dan mengeluarkan s
Meihua langsung melangkah meninggalkan Jenderal Bao, dan berjalan jauh di barisan paling depan. Langkah kakinya mewakili kekesalan yang terpendam di dalam hati. Sementara itu, Jenderal Bao berjalan di belakangnya dengan tenang, tanpa berusaha menyamakan langkah. Namun, pandangannya tak pernah lepas dari sosok kecil, cerewet, serta keras kepala di depannya.Lima prajurit yang selamat di belakang berjalan mengekor dengan napas terengah. Melihat dua pimpinan perjalanan itu saling berdiam diri, kelima prajurit tersebut hanya bisa saling melempar pandangan penuh tanda tanya.Mereka berbisik sangat pelan, saling menerka apa yang sebenarnya terjadi di dalam istana kristal hingga membuat atasan mereka membisu seperti itu. Apakah terjadi pertengkaran hebat? Atau justru ada rahasia besar yang tak boleh mereka ketahui?Namun, karena takut kena semprot, tak seorang pun berani membuka suara secara terang-terangan. Semua memilih diam, menyisakan keheningan yang menyelimuti perjalanan panjang mereka
Tubuh Meihua seketika membeku ketika mata tajam Jenderal Bao menatapnya begitu dalam dari jarak yang hanya menyisakan helaian baju di antara mereka. Belum sempat pikirannya mengendalikan gejolak di dada, Jenderal Bao sudah menundukkan kepala dan mendaratkan ciuman hangat nan dalam tepat di bibir Meihua.Nona Yue membelalakkan matanya, menatap pemandangan indah di depannya dengan senyuman penuh kemenangan. Meihua yang awalnya mematung, tanpa sadar mulai hanyut dan menikmati sentuhan lembut serta hangat dari sang jenderal.Rasa hangat yang menjalar dari bibir lelaki itu seakan meluluhkan pertahanan dirinya. Namun, tak butuh waktu lama bagi Meihua untuk tersadar dari lamunannya. Dengan sisa kekuatan yang ada, kedua telapak tangannya terangkat dan mendorong dada Jenderal Bao.Namun, Jenderal Bao justru menangkap dan menggenggam erat telapak tangan Meihua di dadanya tanpa menyudahi ciuman itu. Pertemuan antara aliran tenaga dalam panas dan dingin yang berbenturan seketika memicu desisan pa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
평점
리뷰더 보기