Jenderal Bao, Pelayan itu Masuk ke Kamarmu

Jenderal Bao, Pelayan itu Masuk ke Kamarmu

last update最終更新日 : 2026-08-06
作家:  Rosa Rasyidinたった今更新されました
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 評価. 3 レビュー
10チャプター
35ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Wanita Kuat

Baby Genius

Identitas Tersembunyi

Humoris

Diam-diam Perhatian

Benci jadi Cinta

Perguruan

Sekte Bai Ya hancur bersimbah darah di bawah panji Jenderal Bao Zhenting. Demi menuntut balas, Meihua menyusup ke kediaman musuh besarnya sebagai koki dapur. Namun, misinya berantakan. Sang Jenderal berdarah dingin itu rupanya tengah diincar oleh konspirasi mematikan di ibu kota. Lebih parah lagi, putra tunggalnya yang jenius malah menempel erat pada Meihua dan menolaknya pergi. Saat ujung belati Meihua akhirnya siap menembus jantung sang Jenderal, sebuah rahasia gelap terkuak. Benarkah pria yang paling ingin ia bunuh itu adalah sang pembantai? Atau, mereka berdua hanyalah pion yang sedang diadu domba oleh dalang yang jauh lebih mengerikan? Musuh ada di depan mata, tapi bagaimana jika dendam dihentikan oleh perasaan?

もっと見る

第1話

1. Kejatuhan Sekte Bai Ya

Angin malam di puncak Tebing Ratapan Angin bertiup membawa bau anyir darah dan kepulan asap pekat. Di tepi jurang yang curam itu, Lan Ruoxue mencengkeram bahu putrinya dengan tangan gemetar.

“Meihua, tetaplah hidup meski seluruh dunia membencimu.”

Tanpa memberi kesempatan untuk menjawab, Lan Ruoxue mendorong tubuh Meihua dari puncak tebing menuju Sungai Kelupaan yang mengalir deras di bawahnya.

“Ibuuuuu!”

Ketika tubuhnya melayang di udara, mata Meihua menatap nanar panji-panji bertuliskan nama Jenderal Bao dan api yang berkobar. Sayup-sayup, ia mendengar jeritan panjang yang menyayat hati dari atas tebing.

Kejadian malam itu terjadi terlalu cepat. Serangan datang secara tiba-tiba di tengah malam buta. Pasukan dengan panji-panji Jenderal Bao menggempur markas mereka tanpa ampun, serta alasan yang jelas.

Tubuh Meihua menghantam air, bersamaan dengan ledakan dahsyat yang terjadi di Tebing Ratapan Angin. Satu buah tiang panji milik pasukan Jenderal Bao ikut jatuh ke sungai.

Kemudian, sekelebat energi yang sangat besar turun menyambar dan menghantam dada Meihua dengan keras hingga ia menyemburkan darah segar. Tubuhnya tenggelam sampai ke dasar sungai, lalu membentur bebatuan.

Meihua tak sadarkan diri. Ia hanyut mengikuti aliran air yang deras dan dingin. Sementara di atas sana, ibu, kedua bibinya, serta murid-murid Sekte Bai Ya digempur tanpa ampun. Malam itu, hanya Meihua yang berhasil lepas dari kejaran pasukan Jenderal Bao.

Di atas tebing, seorang laki-laki yang wajahnya ditutupi kain hitam menatap tajam ke arah pusaran air.

“Aku yakin gadis itu jatuh ke dalam sungai. Cari dia sampai dapat dan bawa ke hadapanku!” ucapnya tanpa belas kasihan. Ia harus memastikan tidak ada satu pun murid Sekte Bai Ya yang tersisa malam itu.

Tubuh Meihua tersangkut di pinggir sungai di antara bebatuan. Dinginnya air yang mengalir membuat bibirnya pucat dan pecah-pecah. Saat membuka mata, ia merasakan silau matahari yang teramat sangat.

Gadis dengan wajah bulat bak rembulan itu mencoba bangkit, tetapi ia tidak bisa. Tulang belakangnya serasa remuk akibat benturan tempo hari. Entah berapa lama ia tak sadarkan diri, tidak ada yang tahu.

Meihua menyeret tubuhnya dengan susah payah menuju tepian. Ia mencoba menarik napas panjang, tapi dadanya terasa amat sakit.

Ia mencoba menghimpun tenaga dalamnya, tetapi rasa nyeri yang luar biasa langsung menusuk ulu hatinya. Hatinya mencelos. Sisa-sisa tenaga dalamnya hancur dan bergejolak liar di urat nadinya, menolak untuk disatukan.

Di tengah keheningan hutan yang sangat jauh dari perguruannya, pertahanan Meihua akhirnya runtuh. Air mata menetes membasahi pipinya yang kotor oleh lumpur.

"Ibu. Bibi Pertama, Bibi Kedua ... apa yang harus aku lakukan?" rintihnya pasrah, tetapi tak rela.

Tangannya meremas tanah berbatu dengan gemetar. "Rumahku Sekte Bai Ya hancur. Semuanya habis tak tersisa dalam satu malam."

Bayangan api yang melahap perguruannya dan darah yang menggenangi pelataran sekte kembali berputar di kepalanya, dan tatapan seorang lelaki yang angkuh. Sorot mata Meihua yang tadinya putus asa perlahan berubah menjadi kebencian yang mendalam.

"Aku tidak boleh mati di sini," ujarnya sambil menahan sakit. "Ibu memintaku tetap hidup. Aku harus menuntut balas!"

Tidak ada pilihan lain bagi Meihua selain bertahan hidup. Selama berminggu-minggu, ia terbaring setengah lumpuh di tepi sungai, meminum air dan memakan ikan mentah berbekal belati kecilnya demi menyambung nyawa.

Setiap kali ia menelan rasa amis itu, kebenciannya pada Jenderal Bao semakin menyala. Dendam itulah yang memaksanya untuk pulih.

Beberapa minggu berlalu sejak kejadian memilukan itu. Meihua kini sudah bisa berdiri dan berjalan. Ia hanya belum bisa mengumpulkan tenaga dalamnya yang terserak, hingga membuatnya tidak bisa terbang tinggi.

Dengan demikian, untuk mencari kediaman Jenderal Bao yang ia yakini terletak di ibu kota, Meihua harus berjalan kaki bermil-mil jauhnya menyusuri jalur darat menuju ibu kota.

Matahari bersinar terik, menguras sisa-sisa tenaganya. Saat kakinya terasa berdenyut, di sebuah persimpangan berdebu yang tak jauh dari pinggiran kota, suara decit roda kayu terdengar mendekat.

Seorang petani tua yang mengendarai pedati ditarik seekor sapi berhenti di sampingnya. Melihat keadaan Meihua yang menyedihkan seperti pengemis, petani itu berbaik hati menawarkan tumpangan.

"Naiklah, Nak. Jalan ke ibu kota masih lumayan jauh jika kau terus berjalan dengan kaki gemetar begitu," ucap sang petani dengan senyum tipis.

Meihua mengangguk dan lekas naik. Di atas tumpukan jerami pedati itu, ia menyandarkan tubuhnya yang kelelahan, membiarkan pedati membawanya hingga ke gerbang megah ibu kota.

Saat tiba di ibu kota, pedati itu berhenti di dekat pasar. Meihua turun, dan mengucapkan terima kasih sebelum petani itu pergi.

Suasana pasar ibu kota sangat bising, berlawanan dengan perguruannya yang tenang. Saat ia berjalan mencari sumber air bersih dan makanan, langkahnya terhenti.

Perhatian Meihua tertuju pada sebuah kerumunan besar warga di depan papan pengumuman kota. Orang-orang berdesakan, saling tunjuk, dan membicarakan hal penting.

Meihua menyelip di antara kerumunan warga, pandangannya tertuju pada selembar kertas pengumuman berstempel sebuah nama keluarga yang baru saja ditempel.

Dicari Tukang Masak Baru untuk Kediaman Jenderal Bao Zhenting. Imbalan tinggi bagi siapa saja yang mampu menyajikan hidangan yang mengembalikan selera makan Tuan Kecil Bao Yuxuan.

Mata Meihua terpaku pada dua kata itu. Jenderal Bao.

Darahnya yang semula terasa dingin seketika memanas. Tangannya yang tersembunyi di balik lengan bajunya mengepal sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Kobaran api dan jeritan malam pembantaian Sekte Bai Ya kembali berkelebat di dalam ingatannya.

Bibir tipis pucat yang kotor oleh debu itu perlahan membentuk seringai tipis. Jalan menuju pembalasan dendamnya rupanya tidak perlu dicari dengan susah payah. Pintu baru saja dibuka lebar-lebar untuknya.

“Ayo-ayo, siapa yang mau ikut?” tanya dua orang pengawal yang menempelkan kertas itu.

“Aku, aku mau ikut, Tuan,” jawab Meihua sambil menaikkan tangannya. Ia berlagak sebagai gadis biasa yang lemah.

“Dasar pengemis! Kau ingin menipu Jenderal Bao? Pergi sana!” Pengawal itu menyikut Meihua, tetapi gadis itu tidak bergeser sedikit pun. “Yang mau ikut, siapkan diri kalian besok di sebelah kediaman Jenderal Bao!”

Meihua menatap dirinya sendiri. Ia memang terlihat seperti gelandangan pincang. Pantas saja dari tadi orang-orang memperhatikannya dengan pandangan jijik.

“Aku harus mencari baju yang bagus dan memperbaiki penampilanku. Jenderal Bao, bersiaplah ... aku datang menemuimu.”

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

レビュー

Azzurra
Azzurra
Keren Thor. Sukses terus buku barunya
2026-08-06 20:25:23
1
0
Adny Ummi
Adny Ummi
keren nih, ceritanya. lanjut thoorrrr!
2026-08-06 17:13:23
1
0
Rosa Rasyidin
Rosa Rasyidin
ayo baca gaes, semoga suka
2026-08-06 16:54:14
0
0
10 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status