ログインSekte Bai Ya hancur bersimbah darah di bawah panji Jenderal Bao Zhenting. Demi menuntut balas, Meihua menyusup ke kediaman musuh besarnya sebagai koki dapur. Namun, misinya berantakan. Sang Jenderal berdarah dingin itu rupanya tengah diincar oleh konspirasi mematikan di ibu kota. Lebih parah lagi, putra tunggalnya yang jenius malah menempel erat pada Meihua dan menolaknya pergi. Saat ujung belati Meihua akhirnya siap menembus jantung sang Jenderal, sebuah rahasia gelap terkuak. Benarkah pria yang paling ingin ia bunuh itu adalah sang pembantai? Atau, mereka berdua hanyalah pion yang sedang diadu domba oleh dalang yang jauh lebih mengerikan? Musuh ada di depan mata, tapi bagaimana jika dendam dihentikan oleh perasaan?
もっと見るUjung pedang Gao Wuji berada persis di leher Meihua yang putih bersih. Tatapan ajudan itu terlihat penuh ancaman, ia menuntut jawaban atas kejanggalan yang baru saja terjadi. Sekarang juga! Tidak bisa ditunda lagi. Wuji yakin Meihua menyimpan banyak kebohongan.Namun, bukannya ketakutan, Meihua justru melirik pedang itu dengan sebelah alis terangkat, dan sebelah bibirnya tersenyum meremehkan."Ajudan Gao, apa yang kau lakukan?" tanya Meihua santai, suaranya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. "Aku takut terluka, nanti berdarah dan aku mati begitu saja. Aku belum mau bertemu dengan suamiku di alam baka sana, hiks hiks ...." Gadis berwajah bulat itu pura-pura ketautan."Jangan mengalihkan pembicaraan!" hardik Wuji sampai giginya rapat semua."Sup macam apa yang kau berikan pada Tuan? Dalam sejarah pengobatan, tidak ada ramuan herbal yang membuat Panglima Tertinggi Kekaisaran lari terbirit-birit seperti orang kesurupan! Kau jelas bukan pelayan biasa. Katakan, dari sekte mana asalmu
Bibi Chun yang sedang memeriksa persediaan makanan di sudut dapur terkejut melihat Meihua yang memasukkan ragam rempah dan herbal kering."Huamei, bukankah kau harus melayani Tuan Muda di ruang kerja?" tanya Bibi Chun heran."Tuan Muda sedang tidak enak badan, Bibi. Dadanya sesak," jawab Meihua tenang tanpa berhenti mengipas tungku. "Aku ingin membuatkan Sup Kaldu Daging dengan campuran akar herbal untuk menghangatkan tubuhnya."Bibi Chun hanya bisa menghela napas, tanda prihatin. "Ah, penyakit lama Tuan Muda pasti kumat lagi sejak Nyonya Besar tiada. Semoga kau tidak salah memasukkan bahan obat, ya, karena nanti akibatnya kau bisa dihukum mati.”"Aku mengerti, Bibi."Meihua mengangguk. Berbekal ilmu pengobatan dan racun tingkat tinggi yang diajarkan oleh Bibi Kedua, Lan Ruobing, Meihua tahu persis apa yang harus ia lakukan.Racun bunga manis milik Sekte Wu Du mengendap dan mengikat tenaga dalam di ulu hati."Ini akan membersihkan racun di dadanya sampai bersih," gumam Meihua sambil m
Yu’er berdiri di depan pintu dengan sorot mata polos khas bocah. Pemandanga ayahnya yang mengurung koki cantik di atas meja, terlihat seperti permainan yang sangat menyenangkan baginya."Ayah dan Kakak Cantik sedang main peluk-pelukan, ya? Seperti saat bersama ibu dulu?" tanya bocah itu sambil masuk ke ruang kerja tanpa rasa canggung.Suara Bao Yu seketika menghancurkan suasana tegang yang baru saja dimulai. Memanfaatkan kelengahan Jenderal Bao yang menatap ke arah pintu, Meihua tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menginjak kaki lelaki di depannya dan Jenderal Bao pun melepas cengkeramannya, hingga mundur beberapa langkah.Dengan cekatan, Meihua merapikan pakaian pelayannya yang sedikit tersingkap. Wajahnya yang bulat memerah, karena menahan malu dan amarah yang hampir meledak."Tuan Kecil, kejadian tadi itu, bukan seperti yang Tuan Kecil kira," bantah Meihua cepat. Ia segera berlutut dan mengambil kembali mengambil kain lap yang sempat terjatuh ke lantai. "Tuan Muda tadi hanya menolo
“Apakah kita harus memanggilnya sekarang?” Wuji mendekati Jenderal Bao yang masih menatap peta.“Besok pagi saja, biarkan dia istirahat malam ini.” Setelah berkata demikian, Jenderal Bao melirik ke atap kamarnya. Terlihat sedikit genteng yang digeser.Benar sekali, Meihua baru saja mengintip apa yang terjadi di kamar itu, meksi tidak sepenuhnya mendengar percakapan di antara dua lelaki itu, setidaknya ia tahu besok akan terjadi sesuatu dengannya. Sambil melompat dengan ilmu meringankan tubuh, ia kembali ke kamar pelayan di mana teman-temannya sudah tertidur.“Seharusnya dia akan cepat pulih setelah racun itu menghilang. Tunggu beberapa hari lagi, aku akan menyelesaikan semuanya lalu kembali ke tebing.” Meihua berbaring di sebelah A Tao yang tidurnya mendengkur. “Ah, sial! Aku merindukan ketenangan Sekte Bai Ya.”Matahari pagi belum bersinar, dapur umum kediaman Jenderal Bao sudah menyala tungkunya. Meihua menggunakan tungku yang berbeda karena ia memasak hanya untuk Yu’er saja. Sebany






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー