Anqi tergelak. Ia menyerahkan salah satu gelas pada Gu Chen, lalu mengangkat gelasnya sendiri. “Ini untuk merayakan kesuksesan telah dimulainya proyek perkebunan kita.”“Hanya itu saja alasannya?” goda Gu Chen sambil menempelkan bibir gelasnya pada gelas Anqi hingga berdenting nyaring. “Lagi pula, aku dengar baru pemasangan instalasi.”“Benar. Tapi bagiku itu tetap luar biasa. Ini pertama kali bagiku. Apalagi jika mengingat protes para tetua kemarin, rasanya sekarang luar biasa. Gu Chen, terima kasih. Tanpa kamu, entah bagaimana aku,” lanjut Anqi tulus sebelum meneguk minumannya perlahan, meninggalkan sedikit sisa dingin yang membuatnya sempat bergidik geli, membuat Gu Chen tersenyum hangat melihat tingkah manis itu.“Kau menyukainya? Ini pertama bagimu, mungkin ini sangat berat bagimu,” tanya Gu Chen. “Awalnya sangat gugup, tetapi ada kamu dan Ibu, aku jadi sedikit percaya diri. Sekarang telah terlewati. Tinggal menunggu media tanam dan menanam
Last Updated : 2026-09-05 Read more