LOGINDan ia jauh lebih marah lagi saat menyadari bahwa Gu Chen tidak pernah terbuka padanya sejak hari pertama pernikahan mereka.Di sudut ruangan, Gu Chen bernapas lega. Bahu pria itu yang tadinya tegang kini turun, seolah sebuah beban berat yang menekan pundaknya selama berbulan-bulan baru saja terangkat separuh.***Perjalanan pulang di dalam mobil terasa begitu panjang dan menyesakkan. Keheningan yang tercipta di dalam kabin jauh lebih berisik daripada keributan di ruang rapat tadi.Bai Hao, asisten pribadi Gu Chen, berkali-kali mencuri pandang ke arah spion tengah, menangkap ketegangan yang menggantung di antara kedua majikannya. Ia tahu, ada badai yang sedang mengumpulkan kekuatannya di balik diamnya Anqi dan Gu Chen.“Tidak ada yang ingin kamu tanyakan?” pancing Gu Chen akhirnya, memecah kesunyian dengan nada suara yang sangat berhati-hati.“Diam. Perasaanku lagi buruk,” tukas Anqi dingin dengan tatapan yang masih lurus menatap
Ternyata tidak hanya Diamond Lynk yang ditutupi Gu Chen darinya, melainkan juga seorang anak. Mungkinkah masih ada rahasia gelap lainnya yang disimpan rapat oleh seorang Gu Chen?Tang Tang menatap wajah Anqi dengan lekat, sorot matanya yang besar dan jernih seolah sedang memindai seluruh keberadaan wanita itu. Di balik tatapan polos tersebut, ada kerinduan yang terpendam begitu dalam, sebuah kebutuhan akan sosok ibu yang selama ini hanya bisa ia bayangkan lewat imajinasi semata.Gu Chen, yang sedari tadi memperhatikan dengan napas tertahan, akhirnya memecah keheningan dengan satu kalimat yang membuat waktu seakan berhenti berputar bagi Anqi.“Panggil dia Mama,” bisik Gu Chen lembut, namun bagaikan sambaran petir di siang bolong bagi Anqi.Anqi tersentak hebat. Ia merasa seolah tanah di bawah kakinya mendadak amblas. Panggilan keramat itu adalah sebuah kata yang selama hidupnya tidak pernah ia inginkan untuk disematkan padanya, apalagi oleh anak dari pria yang baru beberapa bulan ia ni
“Rumah sakit?” Anqi bergumam sendiri, mendongak menatap bangunan megah beraroma obat di hadapannya. “Sebenarnya siapa yang sakit?”Mobil yang ditumpangi Gu Chen berhenti di jalur drop-off utama. Gu Chen langsung turun dengan sigap, sementara mobil yang dikemudikan Bai Hao kembali melaju untuk mencari parkir. Pandangan Anqi terus terkunci pada Gu Chen yang berjalan cepat memasuki pintu lobi, sementara mobilnya sendiri perlahan menyusul ke area drop-off.Tanpa pikir panjang, ia membuka pintu dan turun. Seorang petugas parkir berseragam langsung menghampirinya dengan sigap.“Nona, mobilnya bisa saya...”“Tolong bantu parkirkan,” pinta Anqi singkat sambil melemparkan kunci mobil begitu saja, lalu bergegas berlari kecil menyusul langkah Gu Chen, sama sekali tidak peduli apakah petugas itu sempat mendengar instruksinya dengan jelas.Ia menjaga jarak aman, membuntuti punggung suaminya menyusuri koridor rumah sakit hingga sampai di depan sebuah pintu ruangan perawatan VIP yang privat. Gu Che
“Kapan pertama kalinya kamu mulai menggambar desain perhiasan? Apa itu ada hubungannya dengan Diamond Lynk?” desak Anqi, tak kuasa lagi menahan rasa penasaran yang teramat sangat untuk menyinggung soal Diamond Lynk. Gu Chen menghela napas berat, memorinya menerawang jauh ke masa lalu. “Aku mulai serius menggambar sketsa sejak masih duduk di bangku SMP. Lalu saat SMA, ada sebuah seminar besar dan pembicaranya adalah seorang desainer perhiasan ternama yang sudah banyak memenangkan penghargaan bergengsi.”Pria itu menghentikan sejenak kalimatnya. “Setelah melalui perjuangan yang melelahkan, akhirnya aku berhasil menemuinya secara pribadi dan dengan bangga memperlihatkan hasil karya terbaikku padanya. Dia sangat menyukainya saat itu, bahkan bilang ingin membeli sketsa desainku.”“Lalu? Kau menjualnya padanya?”“Tentu saja mendapat tawaran sejumlah uang yang begitu menggiurkan di usia muda membuatku langsung setuju tanpa pikir panjang. Tapi…”“Tapi apa?” desak Anqi. “Beberapa waktu kemud
Gu Chen tidak pulang ke rumah padahal jarak kantornya tidak memakan waktu lebih dari satu jam perjalanan... itu sungguh tidak masuk akal.Lalu, perusahaan mana membuat Gu Chen sibuk sampai tak sempat pulang? Developer atau Diamond Lynk? “Sudah malam, kau mau makan?” potong Anqi akhirnya, memutuskan mengakhiri perdebatan. Ia merasa malam ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengorek rahasia suaminya lebih dalam lagi.Gu Chen mengangguk. “Tapi aku masih ingin makan.”Anqi mengerutkan kening, tetapi akhirnya ia menggeser kursi untuk Gu Chen. Ia tidak mengerti tapi terlalu malas untuk meladeninya. Mood-nya malam ini benar-benar telah memburuk.“Bukan itu maksudku.”“Lalu?” tanya Anqi ketus.“Aku ingin ini.” Anqi tersentak kaget ketika tiba-tiba bibir hangat Gu Chen sudah membungkam bibirnya dalam sebuah kecupan yang menuntut. Sesaat, sebelah tangannya secara refleks mendorong dada bidang suaminya, namun pria itu bergerak lebih cepat dengan merengkuh pinggangnya erat-erat hingga tak menyi
Ia mengambil ponsel dan menatapnya cukup lama. “Haruskah aku yang bertanya duluan? Kamu sedang apa? Sebenarnya masalah apa yang kau hadapi sampai tak sempat pulang?” gumam Anqi sambil menatap nama Gu Chen di layar ponselnya. Jari telunjuknya tanpa sengaja menekan layar. Anqi langsung tersentak kaget ketika menyadari ia tidak sengaja melakukan panggilan keluar. Dengan panik ia buru-buru memutus sambungan itu, lalu menghela napas lega.Namun, belum sempat detak jantungnya kembali normal, ponsel di tangannya bergetar hebat. Nama yang sama menelepon balik. Kali ini lewat panggilan video.“Kau tadi memanggilku? Maaf, aku tadi dari toilet.”Anqi berdeham sebentar. “Cuma salah pencet. Maaf.”“Oh, bagaimana tiba-tiba jarimu menekan namaku di ponsel? Pasti ada plotnya tersembunyi kan?” goda Gu Chen .“Latar belakangmu…? Kamu sedang di mana?” Anqi mencoba mengalihkan perhatian. “Tentu saja di ruang kerjaku. Di mana lagi?”“Oh... maklum, aku kan belum pernah tahu persis bentuk kantormu, jadi







