Tanpa menunggu persetujuan, Gu Chen menarik tangan Anqi dengan lembut, tapi tegas. Membimbingnya keluar dari apartemen menuju keramaian malam, mencoba membawa gadis itu jauh dari jeratan bayang-bayang masa lalunya.“Kita kemana?” tanya Anqi keheranan, tetapi kakinya tetap melangkah bahkan bersedia masuk ke mobil. “Kau akan tahu nanti,” jawab Gu Chen singkat kemudian menutup pintu mobil. Di tengah perjalanan, mobil melambat dan berhenti di depan sebuah minimarket. “Tunggu sebentar,” Gu Chen turun dengan langkah cepat. Anqi hanya menatap punggung suaminya dengan bingung. Begitu Gu Chen menghilang di balik pintu kaca, ia menyandarkan kepalanya ke kursi. Hari ini benar-benar melelahkan. Namun, ada sensasi aneh dan asing yang menyusup ke hatinya. Biasanya, setiap kali ia dimaki ibunya, rasa sakit itu akan tertahan lama di dadanya, berubah menjadi sesak yang berhari-hari tidak hilang. Tapi malam ini, rasa sakit di pipinya perlahan memudar, seolah-o
Last Updated : 2026-08-15 Read more