“Mama, dia Emiko, kekasihku,” ujar Zayn membuyarkan lamunan Juli, sekaligus memecah keheningan di antara mereka.“Ah, iya! Maaf,” ucap Juli gugup. Pun dia segera mengulurkan tangan untuk memberi salam dan memaksa diri tersenyum.“Emiko,” ucap gadis itu memperkenalkan diri.“Cantik calon menantu cucuku ini, bukan?” ujar Oma Rosa dengan senyum merekah, membuat Juli kembali menatap Emiko dari ujung kepala hingga ujung kaki.Bukan pandangan sinis, melainkan ada sesuatu yang membuat gadis itu merasa kurang disukai oleh mama Zayn. Namun, Emiko berusaha untuk mengabaikan firasatnya yang belum tentu benar.“Apa Oma memasak sesuatu? Sepertinya aku mencium aroma yang harum dari dapur,” tanya Zayn.“Ah! Hampir saja Oma lupa. Oma khusus memasak galantine untuk menyambut kedatangan mamamu. Ayo, kita makan!” jawab Oma Rosa yang sudah melepaskan pegangannya pada Emiko dan beralih menggandeng Juli.Ketika kedua perempuan berbeda usia itu sudah melangkah terlebih dahulu, Zayn menahan lengan Emiko, lal
Last Updated : 2026-10-02 Read more