Pagi setelah pertempuran penumpasan pengkhianatan itu, kabut tipis masih menyelimuti halaman sekte, bercampur dengan sisa asap yang belum sepenuhnya hilang dari malam sebelumnya. Tetua Zhang berjalan pelan menyusuri jalan setapak menuju Aula Bulan, tongkat tuanya mengetuk batu dengan ritme yang lambat, seirama dengan langkah kakinya yang mulai terasa lebih berat dari biasanya.Ia berhenti sejenak di depan reruntuhan kecil bekas perayaan semalam, menatap bekas-bekas terbakar yang masih tersisa di sepanjang tembok dalam sekte. Beberapa murid sudah mulai bekerja membersihkan puing-puing, mengangkut kayu-kayu hangus, menyapu abu yang masih berserakan di tanah.Ia teringat, tiba-tiba, pada tenggat waktu yang dulu begitu ia pertahankan dengan keras kepala, tenggat satu bulan yang diberikan Lan Feiyan kepada keluarga Yue di awal pengepungan, puluhan bab yang lalu, di masa yang kini terasa seperti kehidupan lain.Ia melangkah masuk ke Aula Bulan, tempat pa
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-02 อ่านเพิ่มเติม