Malam turun lebih cepat dari biasanya di lereng barat sekte, awan tebal menutupi bulan hingga hanya menyisakan cahaya bintang yang samar menembus celah-celahnya. Yue Chen berjalan di sisi Bai Muchen menyusuri jalan setapak menuju lembah berangin, tempat dulu ia berlatih sendirian setelah menemukan celah air rahasia, tempat yang kini terasa berbeda, dipenuhi ketegangan yang tak terlihat namun bisa dirasakan di setiap embusan angin."Kau merasakannya juga?" Bai Muchen bertanya, langkahnya melambat, matanya menyapu kegelapan di sekitar mereka dengan kewaspadaan yang jarang ia tunjukkan."Seperti udara yang menahan napas," Yue Chen menjawab, tangannya secara refleks bergerak ke posisi siaga, jari telunjuk dan jari tengah lurus sejajar, formasi Penjepit Giok yang telah menjadi bagian alami dari caranya berdiri.Sebuah bayangan melesat dari balik bebatuan besar di sisi kiri lembah, tanpa suara, tanpa peringatan. Tidak ada tantangan yang diucapkan, tidak
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-03 อ่านเพิ่มเติม