Delapan bayangan bergerak serentak, membentuk lingkaran yang perlahan menyempit dari tiga sisi. Yue Chen tidak menunggu mereka selesai mengepung. Ia melangkah maju, bukan mundur, membiarkan luka di bahunya berdenyut sebagai pengingat bahwa waktu untuk bertahan sudah lewat.Penyerang terdekat, yang tadi menggoresnya dari belakang, masih berdiri dengan pisau terangkat, mata menyipit di balik topeng kain. Yue Chen tidak memberinya kesempatan kedua. Dua jarinya menusuk maju melewati jarak yang tersisa, menembus ke titik di balik tulang selangka lawan. Tubuh itu membeku sejenak, seolah waktu berhenti untuknya seorang diri, lalu jatuh tanpa suara, tergeletak di antara pecahan botol kaca yang masih berkilau ditimpa cahaya bulan.Tujuh lawan tersisa melihat rekan mereka roboh satu demi satu, dan sesuatu berubah di balik topeng-topeng itu. Keberanian yang tadi membawa mereka menerjang berbarengan kini menyusut jadi keraguan. Mereka mundur setapak demi setapak, sal
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-11 อ่านเพิ่มเติม