Hari keempat datang membawa cahaya yang berbeda.Yue Chen berdiri di gerbang sekte, menatap jalan berbatu yang membentang di luar tembok, jalan yang selama tiga hari terakhir menjadi batas yang tidak boleh ia lewati. Bahu kirinya sudah jauh membaik, perbannya kini lebih tipis, dan meski masih ada rasa perih samar setiap kali ia menggerakkan lengan terlalu cepat, ia bisa mengangkat pedang tanpa harus menahan napas menahan sakit.Angin pagi membawa bau tanah basah dari embun semalam, bercampur aroma dupa yang menyala pelan di altar dekat gerbang. Ia menatap ke depan, ke arah pepohonan yang menghijau di kejauhan, ke arah dunia yang selama tiga hari ini hanya bisa ia lihat dari balik tembok tanpa bisa menyentuhnya.Langkah kaki mendekat dari belakang."Kau keluar?" Suara Lan Feiyan, tenang seperti biasa, meski ada nada yang menyelidik di baliknya."Ya," jawab Yue Chen, tanpa menoleh."Guru-mu melarang.""Tiga hari sudah lewat."
Last Updated : 2026-09-19 Read more