Satu demi satu anggota keluarga besar menyambut mereka.Vimala beberapa kali sampai kebingungan mengingat nama mereka.Zyandru membisikkan keterangan seperlunya.“Itu adiknya Ayah.”“Yang itu kakaknya Bunda.”“Yang pakai kacamata sepupu aku dari Jerman.”“Yang sebelahnya dari Melbourne.”Vimala lama-lama menyerah.“Udah. Aku enggak akan hafal.”“Tenang. Aku aja suka salah manggil.” Zyandru berkelakar.“Kamu ih … itu keluarga sendiri.” Vimala tertawa kecil.Beberapa anak kecil bahkan langsung meminta foto bersama karena menganggap Vimala sangat cantik seperti tuan putri.Dan seperti dugaan Zyandru, Vimala langsung menyukai mereka.Dalam waktu tidak sampai setengah jam, ia sudah duduk di tengah beberapa sepupu perempuan Zyandru, bercakap ringan mengenai Swiss, belanja, pakaian, bahkan mengenai persiapan resepsi besok.Zyandru sendiri akhirnya bergabung bersama para sepupunya yang sudah lama tidak bertemu.Tawa pria itu terdengar beberapa kali dari seberang ruangan.Sesek
Last Updated : 2026-08-18 Read more